Senin, 22 Oktober 2018 | 17:23 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Sabtu, 29 September 2018 10:06

Quay Crane Pelabuhan Pantoloan Palu Ambruk Diterjang Gempa dan Tsunami

Translog Today
Pelabuhan Pantoloan, Palu

JAKARTA -

Gempa bumi dan tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) sore merusak sarana dan prasarana di sejumlah pelabuhan di wilayah tersebut. 

Kerusakan paling parah dialami Pelabuhan Pantoloan di Kota Palu, yang ditandai dengan ambruknya quay crane.

"Layanan kepelabuhanan di Pantoloan dihentikan menunggu hasil pengecekan lebih lanjut di lapangan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo dari Posko Khusus Pemantauan Gempa Sulawesi Tengah di Gedung Karsa Kemenhub, Sabtu (29/9).

crane roboh

Beberapa pelabuhan lain di Sulteng juga mengalami kerusakan, seperti beberapa bangunan dan dermaga di Pelabuhan Wani. Kerusakan juga terjadi di Pelabuhan Ogoamas, yakni retak di talaud dan pergeseran dermaga ke sisi kanan sepanjang 3 cm.

Adapun kondisi Pelabuhan Ampana, Pelabuhan Luwuk, Pelabuhan Belang-Belang dan Pelabuhan Majene, berdasarkan laporan sementara dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan akibat gempa.

Agus mengungkapkan, kapal KM Sabuk Nusantara 39 yang sedang sandar di Pelabuhan Wani terlempar dan terbawa arus sejauh 70 meter dari dermaga akibat gelombang tsunami yang menerjang wilayah itu.

"KM Sabuk Nusantara 39 dalam kondisi tidak ada penumpang. Total Anak Buah Kapal (ABK) 20 orang. Saat kejadian, 3 ABK sedang turun ke darat untuk bertemu keluarga mereka, 17 ABK lainnya ada di atas kapal,” jelasnya. 

km sabuk nusantara 39 terdampar 

Posisi kapal saat ini berada di sekitar 70 meter dari laut, tepatnya di jalan menuju pelabuhan. Kapal itu menggunakan generator darurat untuk kelistrikannya.

Agus meminta jajarannya di lokasi gempa tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. Dia menginstruksikan agar terus melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap kerusakan di pelabuhan akibat gempa.

Untuk membantu korban gempa, Agus telah membentuk Tim Reaksi Cepat yang siap diterjunkan ke lokasi bencana.

"Tim Reaksi Cepat ini akan membantu korban gempa. Saya juga menginstruksikan agar UPT di sekitar wilayah bencana untuk memberikan pertolongan sebagai bagian dari tim tersebut," ujarnya.

Selain itu, DItjen Hubla menyiagakan kapal patroli kelas I dan kelas II dari KSOP Bitung dan Pangkalan PLP Bitung serta PLP Tual sebagai bagian dari Tim Reaksi Cepat tersebut. (hlz/hlz)


Komentar