Kamis, 13 Desember 2018 | 15:05 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 02 Oktober 2018 13:29

Arus Peti Kemas Ekspor TPK Palembang Turun, Ini Penyebabnya

Aidikar M. Saidi

JAKARTA -

Arus peti kemas atau throughput muatan ekspor di Pelabuhan Boom Baru Palembang terus turun menjelang akhir tahun ini seiring dengan merosotnya pengiriman sejumlah komoditas ke luar negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nasional pada Agustus 2018 tercatat US$15,81 miliar, turun 2,9% dibandingkan dengan pencapaian bulan sebelumnya US$16,29 miliar.

Kondisi ini sejalan dengan penurunan throughput muatan ekspor dari Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Boom Baru Palembang yang melalui transhipment ke Singapura sekitar 6%. Demikian juga transhipment ke Pelabuhan Tanjung Priok turun 14%.

Berdasarkan data IPC TPK Palembang, hingga Agustus 2018 total pengapalan ekspor tercatat 47.439 TEUs, yaitu 56% transhipment ke Singapura dan 44% melalui Jakarta.

Padahal pada periode yang sama 2017, ekspor pernah mencapai 57.320 TEUs, 52% di antaranya transhipment ke Singapura dan 48% ke Jakarta.

Secara total, ekspor yang dikapalkan dari Palembang (via Singapura dan Jakarta) sampai dengan Agustus 2018 juga mengalami penurunan. Namun throughput secara keseluruhan (ekspor/impor dan bongkar/muat) naik sekitar 6%.

"Kenaikan throughput itu lebih disebabkan oleh naiknya arus peti kemas empty," ungkap Adi Saputra Darmansyah, Manager Area PT IPC TPK Palembang, kepada Translogtoday, pekan lalu.

Menurut dia, penurunan volume ekspor ini seiring dengan merosotnya ekspor karet dan buah kelapa. Harga karet dunia turun drastis, sehingga petani karet tidak berminat menanam dan mengelola karet.

Adapun, penurunan ekspor buah kelapa karena pasar dunia kini lebih banyak dipasok dari Vietnam daripada Indonesia.

Adi mengungkapkan ada sejumlah perusahaan pelayaran internasional yang masuk ke Boom Baru, seperti PT Samudra Indonesia, ACL, Bintika Bangun Nusa ke rute Singapura, dan direct call ke Cina PT Bahari Eka Nusantara.

Pelayaran rute domestik antara lain PT Panurjwan, PT Bahari Sandi Pratama/LKA, Tempuran Emas Tbk, PT Salam Pasifik Indonesia Lines (SPIL), PT Haluan Lintas Samudra (HLS), PT Jaya Makmur Lines dan Indonesia Fortune Llyod (IFL)

Sebelumnya buah kelapa dan karet merupakan komoditas ekspor unggulan yang dikapalkan melalui TPK Pelabuhan Boom Baru Palembang. 

Melalui terminal itu, komoditas kelapa diekspor menggunakan kapal peti kemas direct call ke Haiko, China. Komoditas unggulan lainnya yang dikapalkan menggunakan kapal peti kemas direct call adalah karet dan kertas ke Singapura. (hlz/hlz)


Komentar