Senin, 22 Oktober 2018 | 17:26 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 02 Oktober 2018 13:49

Pelabuhan Pantoloan Palu Beroperasi Kembali, Satu Crane Rusak Berat

Aidikar M. Saidi

JAKARTA -

Pelabuhan Pantoloan Palu, Sulawesi Tengah, beroperasi kembali, meskipun satu unit quay crane milik PT Transindo Interdwipantara yang ambruk akibat gampa dan tsunami dipastikan tidak dapat digunakan lagi.

"Alat bongkar muat petikemas senilai Rp15 miliar itu roboh dan jatuh ke kolam pelabuhan, sehingga mesinnya terendam air dan mengalami kerusakan berat," kata Sutarya, Direktur Utama PT Transindo Interdwipantara, kepada Translogtoday, Selasa (2/10/2018).

Hingga kini, kata Sutarya, pihaknya belum bisa melihat langsung kondisi quay crane itu di Pelabuhan Pantoloan karena belum ada penerbangan komersial ke Palu.

Dia mengatakan pengoperasian alat itu melalui kerja sama mitra dengan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero). Pada November 2017, alat itu pernah rusak berat karena wire-nya putus dihantam badai.

Direktur Utama Pelindo IV Farid Padang ketika dikonfirmasikan mengenai hal tersebut mengatakan, Pelabuhan Pantoloan segera dioperasikan kembali karena fasilitas pelabuhan tidak mengalami kerusakan berat, kecuali satu quay crane tersebut.

Menurut Farid, fasilitas lainnya di Pelabuhan Pantoloan masih baik dan berfungsi. Adapun crane yang roboh bekerja sama dengan PT Transindo masih di-assesment oleh tim teknis.

"Kami tengah membersihkan dermaga dan menormalisasi pasca-gempa agar dapat menyatakan pelabuhan dibuka lagi," tuturnya. 

Saat crane tersebut roboh, kata Farid, salah satu kapal baru selesai bongkar muat dan operator sudah turun.

Dia mengatakan, satu crane lainnya yang tidak rubuh sudah bisa dioperasikan untuk bongkar muat peti kemas. “Crane yang roboh itu memang jatuhnya ke dalam kolam trestel bukan bagian luar dermaga,” ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar