Rabu, 12 Desember 2018 | 05:57 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Freight/Cargo
Senin, 08 Oktober 2018 22:43

PBM dan Pelindo II Teluk Bayur Diharapkan Bersinergi

Aidikar M. Saidi
Yahya Yulianto

PADANG -

Pelaku usaha logistik di Sumatera Barat mengharapkan perusahaan bongkar muat (PBM) dan PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Teluk Bayur memperkuat sinergitas guna menghindari kesalahpahaman.

"Ke depan, PBM dan Pelindo II diharapkan meningkatkan sinergitas demi kepentingan bersama. Kita duduk bersama-sama," kata Branch Manager PT Varuna Tirta Prakasya (VTP) Yahya Yulianto.

Harapan itu dia sampaikan menanggapi aksi diam atau tidak bekerja oleh lima asosiasi di Pelabuhan Teluk Bayur, Senin (8/10/2018). Aksi tersebut untuk memprotes Pelindo II yang dinilai telah menguasai usaha bongkar muat di Teluk Bayur.

VTP merupakan satu-satu BUMN yang dipercaya menangani bongkar dan distribusi komoditas pupuk, beras dan karet di Teluk Bayur.

Pupuk itu produksi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang dikapalkan dari Aceh ke Teluk Bayur hingga dikirimkan ke gudang, bahkan VTP ikut mendistribusikannya ke beberapa daerah di Sumbar.

"Hampir dipastikan semua kapal pengangkut pupuk di Teluk Bayur dilayani bongkar muatnya oleh VTP," kata Yahya.

Selain menangani angkutan beras dari Bulog, VTP melayani pengangkutan karet milik PT Agro Muko dari Bengkulu menuju Teluk Bayur melalui darat untuk selanjutnya dikapalkan ke luar negeri.

"Rata-rata dalam sebulan kami bisa menangani untuk pupuk mencapai 1.000 ton, dan ekspor karet 10-20 kontainer," ungkap Yahta.

Adapun komoditas beras yang ditangani VTP dari Teluk Bayur ke gudang Bulog mencapai 50 kontainer atau setara 100 ton per bulan. (hlz/hlz)


Komentar