Senin, 10 Desember 2018 | 09:40 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 08 Oktober 2018 12:09

Pelindo II Ancam Usir Kapal, Aksi Diam di Teluk Bayur Batal

Aidikar M. Saidi
(Translogtoday)

PADANG -

Aksi diam di Pelabuhan Teluk Bayur Padang akhirnya batal, setelah PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) mengultimatum akan mengusir kapal yang sudah sandar di dermaga tetapi tutup palka alias tidak melakukan kegiatan.

Sikap tegas Pelindo II itu efektif meredam rencana aksi diam atau tidak bekerja yang dinisiasi oleh lima asosiasi penyedia dan pemakai jasa di pelabuhan tersebut.

"Kami ambil alih kegiatan bongkar muatnya, dan jika kapalnya masih tetap tutup palka kami usir keluar dermaga, karena untuk apa kalau di dermaga jadi tempat parkir saja, ini merugikan Pelindo," ujar Armen Amir, General Manager Pelindo II Cabang Teluk Bayur, Senin (8/10/2018) pagi.

Berdasarkan pantauan Translogtoday, layanan kapal dan bongkar muat barang di Pelabuhan Teluk Bayur berjalan normal. "Sejak pagi tadi layanan kapal dan bongkar muat berjalan seperti biasa, tidak ada mogok kerja seperti yang dikhawatirkan," kata Armen.

Berdasarkan data pusat pelayanan satu atap di Pelabuhan Teluk Bayur, pada Senin (8/10) terdapat 10 kapal yang melaksanakan bongkar muat. Beberapa kapal sudah selesai dilayani kegiatan bongkar muatnya oleh Pelindo II Teluk Bayur.

Adapun, 10 kapal yang dilayani di Teluk Bayur, yakni KM Bahteta Mega di kade IV bermuatan 6.024 ton pupuk bag, KM Ayumas Samudera bemuatan semen bag dengan volume 6.500 ton di kade DBU, KM Bunsho di kade DSB dengan volume 2.500 ton semen bag, SPOB JJ Pacific bermuatan CPO 3.441 ton, dan MT Edricko I bermuatan 998 ton aspal.

Selain itu, KM Matsusaka bermuatan 11.000 ton cangkang, KM Pase Jaya bermuatan 4.700 ton semen curah, KM Swadaya Lestari bermuatan 9.000 ton semen curah, KM Putra Kusuma (kade I) mengangkut penumpang, dan KM Meratus Lembar bongkar muat 700 bok peti kemas.

"Kami memastikan melayani semua kapal dan bongkar muat semua kapal tersebut. Kalau PBM-nya gak mau kerja, ya kita yang mengerjakan demi menjamin kelancaran arus barang di pelabuhan," ujarnya.

Armen mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat kordinasi dengan seluruh instansi terkait termasuk dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Teluk Bayur maupun unsur kepolisian di pelabuhan.

Sebelumnya, lima asosiasi berencana menggelar aksi diam di Teluk Bayur untuk menyuarakan sejumlah tuntutan. Mereka adalah Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumatera Barat, Indonesia National Shipowners Association (INSA), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), serta Koperbam Pelabuhan Teluk Bayur dan Koperasi Angkutan Barang Pelabuhan (Kopanbabel) Teluk Bayur. (hlz/hlz)


Komentar