Rabu, 12 Desember 2018 | 06:15 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Selasa, 09 Oktober 2018 14:34

INSA Dukung Penggunaan BBM B-20 di Indonesia

Translog Today
Johnson W. Sutjipto - Ketua Umum INSA (repro)

JAKARTA - Indonesian National Shipowners' Association (INSA) sangat mendukung program penggunaan bahan bakar minyak bercampur biodiesel sebesar 20% pada seluruh moda transportasi di Indonesia, khususnya angkutan laut.

Ketua Umum INSA Johnson W. Sutjipto mengatakan pihaknya telah melakukan analisa bahwa kebijakan tersebut akan berdampak positif terhadap peningkatan pangsa pasar biodiesel serta mampu memperkuat devisa negara.

Dia menjelaskan dukungan tersebut juga sebagai bukti bahwa INSA mendukung pendistribusian FAME yang akan dicampur dengan solar menjadi lancar. "Kebijakan INSA soal B-20 adalah mendukung 100%," katanya.

INSA mengharapkan semua pihak, baik PT Pertamina (Persero) maupun produsen minyak nabati, penyedia transportasi saling bekerja sama, memperbaiki kekurangan dan membangun sinerji agar program pemerintah ini dapat berjalan dengan baik.

Biodiesel secara kimia dikenal sebagai Fatty Acid Methyl Ester (FAME), merupakan hasil esterifikasi produk turunan minyak kelapa sawit (CPO derivatives seperti Palm Stearin dan Palm Fatty Acid Distillate-PFAD) dengan bahan kimia methyl alcohol (methanol).

Alasan utama penggunaan BBM B-20 ini adalah untuk menahan aliran devisa keluar negeri karena adanya pengurangan impor solar. Alasan selanjutnya adalah untuk menampung produk minyak sawit Indonesia yang melimpah, dengan menciptakan pasar baru.

Untuk mendukung pelaksanaan kebijakan penggunaan BBM B-20, INSA telah menyurati Engine Maker melalui surat resminya No.DPP-SRT -IX/18/092 tertanggal 03 September 2018 perihal Antisipasi Penggunaan BBM B-20.

Sejauh ini, dua perusahaan Engine Maker yakni PT Trakindo Utama dan Niigata Power System telah membalas surat INSA. INSA masih menunggu jawaban surat dari para Engine Maker lainnya seperti Mitsubishi dan Yanmar.

  (aji/hlz)


Komentar