Senin, 22 Oktober 2018 | 16:55 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Rabu, 10 Oktober 2018 14:12

Tanjung Emas Semarang Jadi Proyek Percontohan Sterilisasi Pelabuhan

Translog Today
(Ditjen Hubla)

Kementerian Perhubungan menjadikan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebagai proyek percontohan pelabuhan steril seperti layaknya bandara. Setiap orang yang masuk ke pelabuhan itu harus memiliki ID card atau boarding pass.

"Semua orang yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Emas harus memiliki ID card dan bagi calon penumpang akan mendapatkan boarding pass untuk bisa naik ke kapal seperti di bandara," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub R. Agus H. Purnomo di Jakarta, Rabu (10/10).

Menurut dia, sterilisasi pelabuhan sudah seharusnya dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan calon penumpang kapal.

"Ini menjadi concern kami bagaimana pelayanan dan kenyamanan di pelabuhan bisa sebaik pelayanan dan kenyamanan di bandara atau stasiun kereta," ujar Agus.

Dia menambahkan, Indonesia telah meratifikasi Safety of Life at Sea (SOLAS) yang di dalamnya terdapat koda keamanan untuk kapal, pelabuhan dan fasilitas pelabuhan (International Ship and Port Facilities Security Code - ISPS Code).

Pemerintah telah meratifikasi ISPS Code tersebut melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 134 Tahun 2016 tentang Manajemen Keamanan Kapal dan Fasilitas 

"Pelabuhan harus terbebas dari orang-orang yang tidak berkepentingan, dan hanya mereka yang memiliki ID card, tiket dan kegiatan saja yang diberikan akses masuk di wilayah yang ditentukan," ujar Agus.

Pelabuhan Tanjung Emas saat ini menerapkan pemesanan tiket melalui sistem e-Ticketing, sehingga hanya orang-orang yang memiliki tiket dan ID card resmi yang bisa keluar masuk. 

“E-tiketing sangat bagus diberlakukan sehingga memberikan kepastian kepada pengguna jasa atau penumpang agar tidak menumpuk di pelabuhan karena adanya kepastian waktu,” kata Dirjen Hubla.

Selain e-ticketing, Pelabuhan Tanjung Emas juga akan dilengkapi dengan x-ray untuk dapat mendeteksi orang dan barang yang keluar masuk pelabuhan. 

“Setiap barang bawaan penumpang nantinya harus melalui x-ray sehingga jika ada barang-barang yang masuk kategori barang berbahaya, yang over dan sebagainya bisa terdeteksi,” ungkap Agus.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang Ahmad Wahid mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh operator pelabuhan dan kapal terkait dengan rencana sterilisasi pelabuhan itu.

“Kami rencanakan segera memberlakukan sterilisasi. Sosialisasi sudah kami lakukan sejak 2015, operator pelabuhan menyambut baik rencana ini,” ujar Ahmad.

Ke depan, tuturnya, baik penumpang maupun barangnya akan melalui tahap menggunakan boarding pass. Untuk sampai di tahap itu, sarana dan prasaranya harus disiapkan, seperti metal detector, timbangan dan anggota Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

Selain itu, lanjut Ahmad, truk yang dimuat di kapal roro harus siap dengan sistem ini, seperti memiliki cargo manifest dan surat pernyataan tidak memuat barang berbahaya dari operator kapal. 

"Hal ini perlu untuk mencegah kecelakaan kapal yang disebabkan oleh tidak dilengkapinya prasyarat jenis muatan truk yang naik ke kapal roro. Sistem ini juga mencakup berat kendaraan yang dimuat di atas kapal, agar stabilitas kapal bisa dipenuhi," jelasnya. (hlz/hlz)


Komentar