Minggu, 18 November 2018 | 00:47 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Penerbangan
Selasa, 30 Oktober 2018 06:15

2 Staf Pelindo II Jadi Korban Kecelakaan Lion Air JT-610 di Perairan Karawang

Translog Today
(istimewa)

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC memastikan dua stafnya menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang, yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. 

Kedua staf BUMN kepelabuhan itu adalah Mack Stanly (Deputy General Manager Hukum dan Pengendalian Internal Cabang Pelabuhan Pangkal Balam), serta Herjuno Darpito (Deputy General Manager Operasi dan Teknik Cabang Pelabuhan Pangkal Balam).

“Kami sangat prihatin dan terus mendoakan yang terbaik. Kami berharap tim evakuasi bisa memberikan perkembangan terbaru terkait dengan keberadaan kedua staf kami yang ikut dalam penerbangan naas tersebut,” kata Sekretraris Perusahaan IPC Shanti Puruhita, Senin (29/10).

Sejauh ini, baik IPC maupun pihak keluarga, kehilangan kontak dengan Mack Stanly dan Herjuno Darpito. Keduanya bertolak ke Pangkal Pinang untuk bertugas di Kantor IPC Cabang Pangkal Balam.

“IPC dan pihak keluarga terus memantau informasi pencarian para korban, yang sedang dilakukan Badan SAR Nasional (Basarnas) di perairan Karawang,” kata Shanti. 

Untuk mendukung upaya evakuasi dan pencarian informasi bagi keluarga korban, sejak Senin sore IPC mendirikan posko pusat informasi di Dermaga milik IPC yaitu Dermaga ex. JICT 2 Tanjung Priok. 

Posko tersebut difungsikan sebagai tempat ibadah, salat dan tempat istirahat, yang dilengkapi dengan mobile toilet, air bersih, konsumsi dan listrik.

Basarnas telah memastikan pesawat Lion Air JT-610 jatuh di perairan Karawang, pada Senin (29/10). Pesawat Boeing 737 Max 8 itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 06.20 WIB tujuan Pangkal Pinang. Pesawat hilang kontak sejak pukul 06.33 WIB. (hlz/hlz)


Komentar