Sabtu, 17 November 2018 | 23:50 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Minggu, 04 November 2018 19:49

Kelola Ciwandan, PTP Jangan Picu Kenaikan Biaya Logistik di Banten

Aidikar M. Saidi
Pelabuhan Cigading

CILEGON - Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat (APBMI) memperingatkan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) agar tidak membuat biaya logistik di pelabuhan Banten menjadi tinggi, setelah anak perusahaan Pelindo II itu mengelola Pelabuhan Ciwandan.

"Kami tidak keberatan PTP mengelola terminal curah Pelabuhan Ciwandan, asalkan jangan membuat biaya logistik menjadi mahal," kata Muchsin Mansyur, Ketua Bidang Kepelabuhanan DPP APBMI, kepada Translogtoday, pekan lalu.

Dia mengakui PTP sudah mengajak perusahaan bongkar muat anggota DPW APBMI Banten untuk berkerja sama. APBMI sendiri telah menyiapkan 17 pasal sebagai persyaratan kerja sama dengan PTP.

Muchsin termasuk salah satu pengurus yang menandatangani petisi dalam Rakernas APBMI di Makassar. Petisi itu menuntut pemerintah agar merevisi Peraturan Menteri Perhubungan PM. 152/2016 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang Dari dan Ke Kapal.

Dia mengakui PTP mengajak anggota APBMI untuk bekerja sama dalam kegiatan bongkar muat barang curah di Banten.
"Bagi kami di APBMI untuk kerja sama dengan PTP tidak menolak. Yang penting ada revenue-nya," ujarnya.

Muchsin mengatakan pihaknya diminta PTP untuk memfasilitasi dan membuat konsep kerangka kerja sama atau proposal antara DPW APBMI Banten dan PTP.

"Kami sudah mempersiapkan 17 pasal sebagai persyaratan untuk berkerja sama dengan PTP," tuturnya. Namun dia keberatan merinci ke-17 pasal tersebut.

Menurut dia, dalam kerja sama itu selain mengharapkan revenue, anggota APBMI juga mempertanyakan apakah PTP membawa pasar baru ke pelabuhan Banten.

Kemudian, lanjut Muchsin, kerja sama itu harus saling menguntungkan dan tidak membuat kehilangan pasar mengingat pengelolaan pelabuhan di Banten banyak persaingan, baik sesama pelabuhan umum maupun dengan puluhan TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri).

Di Provinsi Banten terdapat dua pelabuhan umum, yakni Pelabuhan Ciwandan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Banten dan Pelabuhan Cigading yang dikelola oleh PT Krakatau Bandar Samudra (KBS), serta lebih dari 50 TUKS.

Dia menegaskan masuknya PTP ke pelabuhan Banten dan berkerja sama dengan anggota APBMI, jangan sampai membuat biaya logistik justru menjadi tinggi dan mahal.

Sebelumnya Hendro Haryono, General Manager Pelindo II Cabang Ciwandan, mengakui Pelabuhan Ciwandan yang dikelolanya saat ini hanya mampu meraih pasar muatan di Banten sekitar 7 juta ton pada 2017. Sementara itu, Pelabuhan Umum Cigading memperoleh pasar 18 juta ton.

Artinya hanya 25 juta ton yang dilayani di pelabuhan umum di Banten, sisanya masih ditangani oleh lebih dari 50 pelabuhan TUKS.

Pangsa muatan curah kering dan cair di Banten pada 2016 mencapai 63 juta ton dan diperkirakan sudah mencapai 80 juta ton pada 2018 dengan asumsi pertumbuhan 20% saja.

Hendro mengakui sangat berat untuk mempertahankan pasar, sehingga fasilitas dermaga diserahkan pengoperasiannya kepada PTP dilakukan secara bertahap.

Saat ini, baru empat dermaga yang diserahkan kepada PTP dari delapan dermaga sepanjang 1.000 meter dengan kedalaman -8 meter sampai -16 meter.

"Jadi empat dermaga yang diserahkan berikut dengan pasar 1,5 juta ton per tahun dialihkan ke PTP, sebab PTP masuk Banten tidak membawa pasar baru," ujarnya.

Dari 7 juta ton throughput yang diraih Pelabuhan Ciwandan, sekitar 2,5 juta ton merupakan muatan curah. Adapun di Pelabuhan Cigading dengan throughput 18 juta ton, sebanyak 5 juta ton muatan curah. (hlz/hlz)


Komentar