Minggu, 18 November 2018 | 00:44 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Rabu, 07 November 2018 11:13

FASA: Kasus Perompakan Kapal di ASEAN Naik 3%

Translog Today
Ketua Umum INSA Johnson W. Sutjipto (tularji)

JAKARTA - Indonesia National Shipowners Association (INSA) menghadiri 53rd FASA (Federation of ASEAN Shipowners' Association) Executive Committee Meeting di Bangkok, Thailand yakni pertemuan para pelaku usaha pelayaran se ASEAN.

Pertemua tersebut dihadiri para pelaku usaha pelayaran se-ASEAN yang diwakili asosiasi pelayaran negara-negara anggota ASEAN yakni Malaysia, Singapura, Thailand selaku tuan rumah, Vietnam dan Fhilipina.

Dari INSA hadir Ketua Umum INSA Johnson W. Sutjipto dan Wakil Ketua Umum Djoni Sutji. "Penting bagi INSA hadir pada forum-forum internasional seperti FASA untuk mengikusi perkembangan isu-isu terbaru terkait dengan industri pelayaran," kata Johnson, hari ini.

Dia menjelaskan pada pertemuan kali ini, sejumlah isu akan dibahas yakni perkembangan perompakan (Pyracy) dan Armed Robbery di wilayah Asia Tenggara, perkembangan hasil pertemuan 73rd Session of The IMO Marine Environment and Protection Committee (MEPC 73) dan implementasi Ballast Water Management Convention Same Risk Area (MRA) di Asia Tenggara.

Menyinggung tentang perompakan, Johnson menjelaskan pada forum tersebut, ReCAAP mengungkap data jumlah perompakan terhadap kapal di kawasan Asia Tenggara selama Januari-September 2018 mencapai 64 kasus atau meningkat 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari 64 kasus tersebut, 50 kasus merupakan actual accident dan sisanya 14 kasus adalah percobaan. Sebanyak 51 kasus peristiwa terjadi pada saat kapal sedang lego jangkar dan 15 kasus pada saat kapal sedang berjalan.

Johnson menjelaskan INSA terus mendorong agar Pemerintah Indonesia dapat meningkatkan upaya pengamanan perairan guna mencegah terjadinya perompakan kapal-kapal yang beroperasi di perairan dalam negeri.

  (aji/hlz)


Komentar