Minggu, 18 November 2018 | 01:07 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Angkutan Darat
Rabu, 07 November 2018 17:44

Namarin: Penyeberangan Ujung–Kamal Harus Disubsidi

Aidikar M. Saidi

JAKARTA -

National Maritime Institute (Namarin) mendesak pemerintah agar mempertahankan lintas penyeberangan Ujung (Surabaya) – Kamal (Madura) dengan menyediakan subsidi Public Service Obligation (PSO).

PSO tersebut perlu diberikan sebagai implikasi kebijakan pemerintah membebaskan biaya tol Jembatan Suramadu yang semakin membuat operasional kapal penyeberangan Ujung – Kamal merugi. 

Direktur Namarin Siswanto Rusdi mengatakan, pemerintah sudah seharusnya hadir di moda transportasi penyeberangan Ujung – Kamal untuk menyelamatkan bisnis yang selama ini berperan sebagai penyangga utama Tol Suramadu. 

Sejak Tol Suramadu beroperasi, operator penyeberangan di lintasan tersebut telah berkorban dengan mensubsidi operasional kapal mereka. "Beberapa tahun terakhir, perusahaan yang mensubsidi, sekarang waktunya pemerintah hadir," katanya. 

Siswanto menambahkan penggratisan Jembatan Suramadu akan menguntungkan masyarakat sebagai pengguna jalan, baik dari Surabaya maupun Madura.  Akan tetapi, kebijakan itu seharusnya tidak mematikan penyeberangan Ujung – Kamal. 

Saat ini, penyeberangan Ujung – Kamal memiliki fungsi vital yakni sebagai pendukung infrastruktur penghubung Surabaya-Madura. Jika ada masalah teknis di Suramadu yang mengakibatkan jembatan tidak bisa dilalui, infrastruktur transportasi yang dipakai pasti penyeberangan, tidak ada yang lain lagi. 

Di lintas penyeberangan Ujung – Kamal saat ini masih beroperasi tiga unit kapal penyeberangan milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Dharma Lautan Utama. Kapal-kapal tersebut melayani penyeberangan orang dan kendaraan yang begian besar berasal dari Gresik dan barat Bangkalan. 

Adapun tarif menyeberang di lintas Ujung – Kamal adalah Rp7.000 untuk pengendara motor, Rp46.000 untuk pengendara roda empat, sementara kendaraan penumpang paling mahal Rp 59.000 dan kendaraan barang Rp81.000. 

Menurut dia, keberadaan penyeberangan Ujung – Kamal tetap dibutuhkan untuk memberikan layanan, baik pada waktu normal maupun saat terjadi keadaan darurat akibat faktor alam dan sebagainya. (hlz/hlz)


Komentar