Minggu, 18 November 2018 | 01:01 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Depo & Gudang
Kamis, 08 November 2018 14:34

Susun Program Kerja, Aptesindo Gelar Rakernas di Padang

Translog Today
Aptesindo audiensi dengan Gubernur Sumbar (Aptesindo)

JAKARTA -

Asosiasi Pengusaha Tempat Penimbunan Sementara Indonesia (Aptesindo) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) di Padang, Sumatera Barat, untuk konsolidasi dan menyusun program kerja.

Rakernas diselenggarakan pada 8-9 Nopember 2018, diikuti oleh seluruh perusahaan operator depo penumpukan peti kemas yang menjadi anggota asosiasi tersebut.

Dalam rangkaian Rakernas itu, pengurus Aptesindo yang dipimpin Ketua Umum M. Roy Rayadi mendapat kehormatan beraudiensi dan diterima langsung oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di rumah dinas Gubernur.

Aptesindo saat ini beranggotakan 13 perusahaan tempat penimbunan sementara (TPS) yang beroperasi di wilayah pabean Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

TPS berfungsi sebagai buffer terminal peti kemas, sekaligus mendukung kelancaran arus barang, efisiensi layanan logistic, serta menekan masa inap barang atau dwelling time di pelabuhan.

 

Irwan Prayitno mengapresiasi Rakernas para pengusaha TPS dari Jakarta di Sumbar. "Saya bersyukur dan apresiasi. Semoga acara Rakernas-nya lancar," ujar Gubernur.

Roy Rayadi menegaskan, Aptesindo berkomitmen menekan biaya logistik dan percepatan penanganan barang impor di Tanjung Priok, yang merupakan pelabuhan tersibuk di Indonesia.

Menurut dia, seluruh fasilitas TPS anggota Aptesindo di wilayah pabean Tanjung Priok telah menerapkan layanan berbasis teknologi informasi kepada pengguna jasa.

Bahkan, lanjut Roy, peti kemas impor yang direlokasi atau pindah lokasi penumpukan dari terminal peti kemas ekspor impor ke fasilitas TPS sebagai buffer juga telah diimplementasikan pengamanan dengan sistem elektronik seal (e-Seal) sejak beberapa tahun lalu.

"Kami tetap mendorong percepatan layanan di TPS untuk mendukung program pemerintah menurunkan biaya logistik nasional," ujarnya.

Dalam rangka peningkatan kualitas layanan, tutur Roy, di TPS juga diberlakukan auto gate system yang terintegrasi dengan sistem transaksi dan layanan di terminal peti kemas.

"Untuk percepatan arus barang, pengelola TPS mendukung implementasi DO online pelayaran di Tanjung Priok," kata Roy.

Wakil Ketua Umum Aptesindo Rudolf Valintino Bey menambahkan, pihaknya akan terus bersinergi dengan semua pemangku kepentingan di Pelabuhan Tanjung Priok untuk percepatan arus barang dan menekan biaya logistik.  (hlz/hlz)


Komentar