Minggu, 18 November 2018 | 00:21 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Jumat, 09 November 2018 10:11

TPM Tak Sanggup Layani Antrean Kapal Peti Kemas, Ini Langkah Pelindo IV

Aidikar M. Saidi

JAKARTA -

Terminal Petikemas Makassar (TPM) sudah tidak mampu lagi menampung lonjakan muatan peti kemas menjelang akhir tahun. Akibatnya, terjadi antrean panjang kapal peti kemas di pelabuhan terbesar di kawasan timur Indonesia itu.

Untuk mengatasi antrean itu, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) segera memindahkan sebagian pelayanan kapal ke Pelabuhan Makassar New Port (MNP) sebelum dilakukangrand launching oleh Presiden Joko Widodo pada Desember mendatang.

"Saya sudah perintahkan sebagian kapal yang antre di TPM agar segera dipindahkan pelayanannya untuk sementara ke MNP, sehingga diharapkan dalam tempo cepat antrean dapat teratasi," kata Direktur Utama Pelindo IV Farid Padang kepada Translogtoday saat dikonfirmasi mengenai antrean kapal tersebut, Jumat (9/11).

Dia mengakui terjadi antrean panjang kapal di Pelabuhan Makassar dan meminta perusahaan pelayaran untuk mengurangi kedatangan kapal agar lebih teratur. Sebab sebagian kapal datang tetapi tidak terdaftar dalam kontrak windows.

Namun, lanjut Farid, kapal yang tidak terdaftar itu tetap dicarikan solusinya untuk segera dilayani. Selain memindahkan pelayanan ke MNP, Pelindo IV rencananya mendatangkan 6 unit reach staker pada Minggu ini.

Alat itu akan dirakit sekitar 2 hari dan solusi itu diyakini dapat mempercepat bongkar muat di lapangan agar bongkar dan muat di TPM lebih teratur.

Farid menegaskan terjadinya antrean kapal itu bukan disebabkan alat rusak. "Tidak ada alat rusak, memang setiap menjelang akhir tahun jumlah barang yang datang over dan kapasitas dermaga eksisting sudah tidak mampu menampung, sehingga kami segera mempercepat tambatan biar teratasi semua," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari perusahaan pelayaran di Jakarta, ada 15 kapal peti kemas masuk ke Makassar dan antre menunggu pelayanan sandar paling lama antrean dimulai sejak 3 November. 

Kemudian ada empat kapal masih melakukan kegiatan bongkar muat menggunakan empat crane dan diharapkan pada Jumat (9/11) sebagian sudah selesai. (hlz/hlz)


Komentar