Selasa, 19 Maret 2019 | 16:36 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 13 November 2018 15:12

TPK Kariangau Tampung Muatan Transhipment 8 Pelabuhan di KTI

Aidikar M. Saidi
(Pelindo III)

MAKASSAR -

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menjadikan Terminal Peti Kemas Kariangau Kaltim Terminal (KKT) Balikpapan untuk menampung muatan transhipment delapan pelabuhan di kawasan timur Indonesia.

Direktur Utama KKT M. Basyir mengatakan, setelah dijadikan pelabuhan transhipment untuk KTI, arus peti kemas di KKT meningkat drastis.

"Dengan lonjakan arus peti kemas dan masuknya kapasitas angkut yang besar, KKT membutuhkan tambahan satu unit container crane," katanya kepada Translogtoday di Kantor Pusat Pelindo IV, Makassar, Selasa (13/11).

Saat ini, kata Basyir, arus peti kemas melalui KKT per bulan naik dari rata-rata 11.000 TEUs pada 2017 menjadi 19.000 TEUs pada 2018. Hingga akhir tahun ini, total arus peti kemas diproyeksikan 210.000 TEUs.

Dia mengatakan muatan transhipment itu berasal dari delapan pelabuhan, yakni Bitung, Ternate, Gorontalo, Pantoloan, Toli-Toli, Berau, Banjarmasin, dan sebagian dari Samarinda.

Muatan transhipment tersebut dikumpulkan oleh empat perusahaan pelayaran yakni PT Tempuran Emas Tbk, PT SPIL, PT Tanto Intim Line, dan PT Meratus Lines. "Keempat pelayaran itu sudah melakukan kontrak windows dengan KKT, " ungkapnya.

Menurut Basyir, dermaga KKT sepanjang 280 meter dengan kedalaman -16 meter mampu melayani dua kapal kapasitas 800 TEUs hingga 1.000 TEUs dan satu kapal kapasitas 3.500 TEUs. 

Basyir hadir pada acara pengarahan Program 100 Hari dari direksi baru Pelindo IV yang dipimpin langsung oleh Dirut Farid Padang. KKP merupakan perusahaan pantungan Pelindo IV dengan Pemprov Kalimantan Timur. (hlz/hlz)


Komentar