Rabu, 20 Maret 2019 | 14:57 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Teknologi
Rabu, 14 November 2018 12:44

Alfatekelits Jabodetabek Dirikan IOCE Kembangkan Energi Panas Laut

Ayu Puji

JAKARTA -

Ikatan Alumni Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (Alfatekelits) wilayah Jabodetabek mendeklarasikan pendirian Indonesia OTEC Centre of Excellence (IOCE) untuk mendukung pengembangan energi panas laut di Indonesia.

Energi panas laut atau sering disebut Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) merupakan bagian dari energi samudra terbarukan. Pembangkit listrik berbasis OTEC memanfaatkan perbedaan suhu air laut di permukaan dan kedalaman air laut dengan selisih temperatur minimal 20 derajat C.

Ketua Alfatekelits Jabodetabek Gigih Retnowati mengungkapkan, pendirian IOCE dilatarbelakangi potensi energi panas laut Indonesia yang merupakan terbesar di dunia, tetapi pengembangannya belum sepenuhnya dimengerti. 

“Perkiraan biaya proyek pengembangan OTEC pun masih belum sepenuhnya dikuasai oleh bangsa Indonesia. Teknologi yang masih baru meningkatkan risiko di dalam penerapan teknologi OTEC ke dalam skala komersialisasi,” katanya saat deklarasi IOCE di Auditorium Ali Sadikin Graha BKI Jakarta, Rabu (14/11).

Dengan latar belakang tersebut, lanjut Gigih, diperlukan kolaborasi para pemangku kepentingan untuk pengembangan energi panas laut (OTEC) di Indonesia.

Upaya ini juga sejalan dengan sasaran bauran energi yang dicanangkan pemerintah, dimana peran energi baru dan terbarukan ditargetkan paling sedikit 23% pada 2025 dan minimal 31% pada tahun 2050. 

“Pengembangan kemampuan nasional dalam penerapan teknologi OTEC ini diharapkan mendukung kebijakan kedaulatan energi nasional,” kata Gigih.

Selain itu, tuturnya, IOCE akan membantu pengembangan dan penerapan OTEC di Indonesia secara ekonomis dengan fokus ke dalam road map penelitian dan pengembangan menuju sebuah pilot project

“Kami berharap IOCE dapat menjadi wadah segala dinamika aktivitas para pemangku kepentingan di dalam pengembangan OTEC di Indonesia dan menjadi kiblat pengembangan teknologi OTEC di dunia,” ungkap Gigih (hlz/hlz)


Komentar