Rabu, 20 Maret 2019 | 13:52 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 19 November 2018 06:43

Hapag Lloyd Buka Rute Pelayaran Baru Makassar-Eropa-Amerika

Aidikar M. Saidi

MAKASSAR -

Perusahaan pelayaran global asal Jerman, Hapag Lloyd, membuka layanan baru angkutan peti kemas rute Pelabuhan Makassar-Eropa-Amerika Serikat sejak 2 November 2018.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Farid Padang mengungkapkan Hapag Llyod melayani angkutan ekspor rumput laut dan kayu olahan dari Makassar tujuan Spanyol, Belanda, serta sejumlah pelabuhan lain di Eropa dan AS.

Hapag Lloyd membuka pelayanan baru itu dengan mencarter slot kapal perusahaan pelayaran SICT Container Line melalui transhipment di Shanghai, China.

Menurut Farid, kapal SITC dengan kapasitas angkut 2.500 TEUs sejak akhir 2015 sudah melakukan direct call rute Makassar ke sejumlah pelabuhan di Asia Timur. 

"Kapal ini masuk sekali seminggu ke Makassar, mengangkut komoditas ekspor ke sejumlah negara di Asean dan China," tutur Farid kepada Translogtoday di Makassar, pekan lalu.

Dia mengatakan pengapalan ekspor direct call melalui Pelabuhan Makassar bisa menghemat freight (ongkos angkut) US$300 hingga US$500 per kontainer ukuran 20 kaki. 

Biaya ini lebih murah dibandingkan dengan transhipment di Jakarta dan Surabaya yang dikenakan biaya tambahan karena harus double handling.

Setelah kapal direct call masuk Makassar, lanjut Farid, muatan ekspor terus tumbuh. Kini arus ekspor sudah lebih dari 3.000 boks hingga 4000 boks per bulan.

Sebelumnya, perusahaan pelayaran global berbasis di Hong Kong, SITC Container Line, mengembangkan layanan rute dengan menyinggahi Makassar sehingga waktu pengiriman kargo ekspor-impor menjadi lebih efisien.

Makassar New Port

Dalam kesempatan itu, Farid juga menyampaikan bahwa Makassar New Port (MNP) mampu mengatasi kepadatan kunjungan kapal di Terminal Petikemas Makassar (TPM) yang mengalami lonjakan bongkar muat hingga 20% pada Oktober 2018.

Dia menjelaskan, MNP yang masih masa uji coba pengoperasian menjadi solusi efektif ketika terjadi kepadatan kunjungan kapal di TPM.

“Kepadatan kunjungan kapal di TPM seiring meningkatnya pasar di wilayah timur Indonesia, sekaligus wujud ekspektasi laju perekonomian Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Pelindo IV menargetkan fasilitas MNP tahap pertama dengan dermaga sepanjang 364 meter, kedalaman kolam -16 LWS, dan container yard seluas 16 hektar bakal beroperasi penuh pada Februari 2019.

Dalam upaya mengurai kepadatan kapal di TPM, Pelindo IV juga mendatangkan 6 unit Reach Stacker (RS) guna mendukung kinerja bongkar muat petikemas, khususnya receiving delivery yang kini tercatat 2.000 truk per hari dari sebelumnya 800 truk per hari. (hlz/hlz)


Komentar