Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:37 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 22 November 2018 19:08

Pelindo IV Gandeng BUMN Perikanan Manfaatkan Direct Call dari Pelabuhan Makassar

Aidikar M. Saidi
Direktur Utana Pelindo IV Farid Padang

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) menggandeng dua BUMN perikanan untuk memanfaatkan direct call pengapalan hasil produksi perikanan langsung dari Pelabuhan Makassar ke pasar dunia.

Kedua BUMN itu adalah Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) yang diinstruksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno agar berkolaborasi dengan Pelindo IV, setelah Hapag Lloyd membuka rute baru angkutan peti kemas dari Makassar ke pasar Eropa dan Amerika Serikat.

"Pengapalan ekspor ikan melalui direct call dari Makassar bisa menghemat biaya logistik sekitar 50% karena waktu pengiriman lebih cepat," ujar Direktur Utana Pelindo IV Farid Padang kepada Translogtoday, Kamis (22/11).

Dia mengatakan kerja sama itu merupakan sinergi antar BUMN dalam upaya meningkatkan ekspor produk perikanan dari kawasan timur Indonesia, khususnya dari Makassar.

Selain itu, lanjut Farid Padang, pengapalan langsung dari Makassar akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Selatan, terutama dari pajak. 

Dia berharap pelayanan baru Hapag Lloyd ke Makassar bisa dimanfaatkan sebab biaya logistik bisa dihemat 50% karena waktu pengapalan lebih efisiensi.

“Pengapalan langsung itu juga akan menghemat biaya sampai 70%-80% dan kualitas ekspor tetap terjaga di Grade A karena waktu sampai barang ekspor lebih cepat,” ujarnya.

Peti Kemas Reefer

General Manager Pelindo IV Cabang TPM (Terminal Petikemas Makassar) Yosef Benny Rohy mengungkapkan 30% arus peti kemas ekspor melalui Pelabuhan Makassar merupakan hasil produksi perikanan menggunakan peti kemas berpendingin (reefer).

"TPM menyiapkan fasilitas untuk peti kemas reefer yang bisa menghemat biaya pengapalan industri perikanan," tuturnya.

Selama Oktober 2018, lonjakan arus peti kemas melalui Pelabuhan Makassar sangat tinggi, di luar dugaan ternyata mencapai 20%. 

Lonjakan sangat tinggi pada Oktober adalah komoditi beras, terigu, dan semen. Saat ini, delivery dan receiving per hari sudah mencapai 2.000 boks dari sebelumnya sekitar 800 boks. 

Kemudian, kata Yosef, kapal yang masuk berukuran besar dimana harus dilayani 3-4 hari. Apabila dulu kapal masuk maksimal berkapasitas 1.000 boks, tapi kini 3.500 boks.

“TPM biasanya hanya melayani sekitar 90 call kapal per bulan, tetapi sekarang sudah mencapai 135 call kapal yang masuk dilayani,” ungkapnya.

Di TPM, sudah tersedia alat berupa rubber tyred gantry crane (RTC) 16 unit, reach stacker (RS) crane 8 unit, container crane (CC) 6 unit, dan di Makassar New Port (MNP) dipasang 2 unit CC. (hlz/hlz)


Komentar