Minggu, 16 Desember 2018 | 03:26 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 22 November 2018 13:15

Taluk Bayur Gencar Benahi Fasilitas dan Gandeng Pelabuhan Negara Lain

Aidikar M. Saidi
Armen Amir (kanan) (istimewa)

JAKARTA -

Pelabuhan Teluk Bayur gencar menawarkan potensi pelabuhan di Sumatera Barat ke pasar dunia melalui kerja sama dengan sejumlah pelabuhan di Asia Timur, Timur Tengah, Eropa, dan Australia.

Pelabuhan Teluk Bayur terletak di lokasi yang strategis, langsung menghadap ke Samudera Hindia yang bisa diakses secara langsung oleh negara-negara di sekitar kawasan tersebut. 

Armen Amir, General Manager PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Teluk Bayur, mengatakan pelabuhan terbesar di pantai barat Sumatera ini sedang berbenah untuk menjadi salah satu pelabuhan terbesar, terkemuka dan modern di Indonesia,

"Segera menerapkan Digitalisasi layanan secara penuh, sehingga akan menjadi Digital Port pertama di Sumatera," ujarnya kepada Translogtoday melalui pesan whatsapp, Kamis (22/11), saat mengunjungi Pelabuhan Chennai, India, bersama rombongan Walikota Padang.

Di Pelabuhan Teluk Bayur, kata Armen, layanan kegiatan ekspor ke berbagai negara di dunia yang lebih besar dibandingkan dengan kegiatan impor. 

Menurut dia, komoditas ekspor terbesar yang menjadi unggulan Sumatera Barat dan Indonesia menuju pasar dunia adalah CPO, semen, batubara, cangkang, bungkil, karet, kopi, cengkih dan rempah-rempah.

Fasilitas Pelabuhan 

Fasilitas dan peralatan yang tersedia mampu mendukung peningkatan ekspor barang, antara lain panjang dermaga 1,4 km dan dapat dikembangkan lagi menjadi 2 km, luas lahan 86,24 ha, gudang modern 3 unit (A,B,C) baru selesai pada 2018  sebanyak 1 unit dan 2 unit lagi tahun depan.

Kini fasilitas dalam pembangunan adalah terminal curah cair milik mitra (PT AAJ) dengan daya tampung 620.000 ton per tahun dari kapasitas saat ini 185.000 ton per tahun, sehingga kapasitas akan menjadi hampir 1 juta ton per tahun,

Selain itu, tersedia 7 unit alat utama bongkar muat modern, yakni 3 jib crane dan 4 GLC, area pelabuhan yang berada di kawasan teluk, sehingga kedalaman kolam dan dermaga dapat ditingkatkan dan dipertahankan untuk menampung kapal ukuran besar.

“Pelabuhan Teluk Bayur juga sudah menyiapkan SDM unggul dan berpengalaman dengan produktivitas tinggi,” ujar Armen.

Menurut dia, saat ini telah ditandatangani komitmen bersama dengan para pemilik barang di Sumbar menuju 5 juta ekspor CPO per tahun.

Selain itu, disiapkan komitmen bersama lanjutan Sumatera Barat Menuju Pasar Dunia untuk komoditas lain, yakni batubara 2,5 juta ton per tahun, semen 5 juta ton per tahun, bucangka (bungkil, cangkang, karet) 1 juta ton per tahun, dan cengkumako (cengkih, kulit manis, kopi) 200.000 ton per tahun.

Dia mengungkapkan penataan Pelabuhan Teluk Bayur juga menuju 5 terminal yakni, Terminal Petikemas, Terminal Curah Cair, Terminal Semen, Terminal Batu Bara, dan Terminal Multipurpose.

Kemudian integrasi 5 pelabuhan di Sumbar yakni, Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Muara Padang, Pelabuhan Teluk Tapang, Pelabuhan Panasahan, dan Pelabuhan di Mentawai. 

Kerja Sama 

Armen mengungkapkan Pelabuhan Teluk Bayur sudah menjalin kerja sama dengan 2 pelabuhan di Samudera India, Pelabuhan Fremantle di Australia dan Pelabuhan Chennai di India. “Sekarang sedang dipersiapkan juga kerja sama dengan pelabuhan di Pakistan, Bangladesh dan Srilanka,” ungkapnya.

Dia mengatakan kerja sama tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang untuk pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dan pelabuhan sekitar yang akan diintegrasikan.

Armen mengungkapkan, laba Pelabuhan Teluk Bayur pada tahun 2018 diperkirakan mencapai Rp42 miliar, atau melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp30 miliar. (hlz/hlz)


Komentar