Minggu, 16 Desember 2018 | 04:33 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 27 November 2018 19:14

Pelindo I Uji Coba Terminal Petikemas Pelabuhan Kuala Tanjung

Translog Today
(Pelindo I)

MEDAN -

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) melakukan uji coba pengoperasian Terminal Petikemas Pelabuhan Kuala Tanjung pada Selasa (27/11). Uji coba berupa pengapalan 50 boks kargo domestik milik PT Unilever Oleochemical Indonesia tujuan Jakarta dan Surabaya. 

Kargo tersebut diangkut menggunakan kapal KM Sinar Belawan berbobot 11.999 GT dengan panjang 145,65 meter yang dioperasikan perusahaan pelayaran Samudera Indonesia.

Pengembangan tahap I Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, berupa terminal multipurpose berkapasitas 600.000 TEUs kini memasuki persiapan akhir dan siap beroperasi dalam waktu dekat.

Terminal itu dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, perusahaan patungan antara Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya. 

Pelindo I juga telah mengantongi izin pengoperasian dermaga multipurpose Pelabuhan Kuala Tanjung dari Dirjen Perhubungan Laut dan Kepala KSOP Pelabuhan Kuala Tanjung.

"Uji coba ini untuk mengetahui kesiapan sarana dan prasana dalam mendukung operasional di Pelabuhan Kuala Tanjung," kata Moedi Utomo, Plt. Direktur Utama PT Prima Multi Terminal.

Pada tahap awal, lanjut Moedi, Terminal Petikemas KTMT (Kuala Tanjung Multipupose Terminal) diharapkan bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap pekan. 

Saat ini, sudah ada bebeapa perusahaan seperti Unilever, Wilmar, dan P&G yang berkomitmen melakukan ekspor ke China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung. 

Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan kegiatan bongkar muat KTMT, Pelabuhan Kuala Tanjung telah dilengkapi dermaga 500x60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch. 

Selain itu, KTMT dilengkapi berbagai sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih, antara lain tiga unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

Corporate Secretary Pelindo I M. Eriansyah menambahkan, Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan menjadi hub internasional dan simpul logistik nasional yang mampu menangkap potensi pasar pelayaran di Selat Malaka yang sangat besar, yaitu mencapai 100 juta TEUs per tahun. 

“Selain Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo I tengah meningkatkan kapasitas dan layanan di beberapa pelabuhan lainnya seperti Pelabuhan Malahayati, Dumai, Belawan, dan Batam untuk mendukung Program Tol Laut,” ungkapnya. 

Upaya itu, tutur Eriansyah, diharapkan memacu perekonomian daerah sesuai program Nawacita pemerintah, sekaligus menekan biaya logistik nasional. (hlz/hlz)


Komentar