Minggu, 16 Desember 2018 | 03:21 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Galangan Kapal
Rabu, 05 Desember 2018 08:38

26 Kapal Tol Laut Pesanan Pemerintah Belum Rampung, 6 Galangan Terancam Penalti

Aidikar M. Saidi
(Pelindo III)

JAKARTA -

Sedikitnya 26 kapal Tol Laut pesanan pemerintah belum mampu diselesaikan hingga kini oleh industri galangan nasional. Kapal itu bagian dari 90 kapal Tol Laut proyek pembangunan tahun 2018.

Berdasarkan data penyelesaian pembangunan kapal tahun 2018 di Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, total 90 kapal itu dibangun di 21 perusahaan galangan dan 26 kapal di antaranya belum selesai dibangun oleh 6 perusahaan.

Jumlah kapal yang selesai sesuai dengan jadwal kontrak sebanyak 34 unit oleh 10 perusahaan galangan. Adapun jumlah kapal yang selesai tetapi tidak sesuai dengan jadwal sebanyak 30 unit oleh 9 perusahaan galangan.

Kemudian, jumlah kapal yang tidak selesai hingga akhir tahun 2018 sebanyak 26 unit oleh enam galangan kapal.

Sepuluh perusahaan galangan yang mampu menyelesaikan pembangunan 34 kapal tepat waktu adalah PT Bandar Abadi Shipyard, PT Citra Bahari Shipyard, PT Bahtera Bestari Shipyard, dan PT Orela Shipyard, 

Selain itu, PT Adiluhung Sarana Segera Indonesia, PT Dumas Tj. Perak Shipyard, PT Marina Bahagia, PT Dok Bahari Nusantara, PT Pahala Harapan Lestari, dan PT Ya.sa Wahana Tirta.

Sesuai dengan kontrak pembangunan 90 kapal itu harus selesai pembangunannya pada 30 April 2018. Jadi hanya 34 kapal yang mampu diselesaikan tepat waktu oleh 10 galangan, sisanya terancam membayar denda penalti atas keterlambatan kepada pemerintah.

Ketika masalah tersebut dikonfirmasikan Translogtodaykepada Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam belum bersedia menanggapinya. 

Namun Sekjen Iperindo Askandar Naim, yang dihubungi terpisah, hanya mengatakan pihaknya akan mengecek perusahaan galangan yang belum menyelesaikan 26 kapal tersebut. (hlz/hlz)


Komentar