Rabu, 20 Maret 2019 | 15:01 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Industri
Minggu, 09 Desember 2018 09:29

Resmi Beroperasi, KEK Galang Batang Realisasikan Investasi Rp5,6 Triliun

Translog Today

BINTAN -

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau, merealisasikan investasi senilai Rp5,6 triliun hingga kuartal III/2018. 

Realisasi investasi itu meliputi pembangunan pelabuhan dengan dermaga senilai Rp951 miliar dan alumina refinery berkapasitas produksi 2 juta ton per tahun senilai Rp1,65 triliun.  

Selain itu, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan nilai investasi Rp1,93 triliun. PLTU tahap I berkapasitas 6x25 MW ditargetkan selesai pada 2021. 

Selanjutnya, investasi DAM Water Resevoir berkapasitas 7.518.000 m3 senilai Rp196 miliar, dan pembangunan Brick Factory dan Coal Gas semilai Rp870 miliar. 

Semua investasi dan pembangunan proyek tersebut dilakukan oleh PT Bintan Alumina Indonesia selaku pengusul KEK Galang Batang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, saat meresmikan operasional KEK Galang Batang pada Sabtu (8/12), mengatakan kawasan ini diproyeksikan menjadi basis Industri aluminium dan turunannya, dengan perkiraan investasi Rp36,25 triliun. 

“Investasi itu diharapkan mendorong aktivitas ekonomi wilayah dan menyerap tenaga kerja sedikitnya 23.200 orang, kata Menko Darmin yang juga menjabat Ketua Dewan Nasional KEK.

Dia mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengembangan KEK Galang Batang, sehingga bisa menjembatani kesenjangan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.

KEK Galang Batang juga diharapkan mampu menciptakan nilai tambah dan rantai nilai dari kegiatan produksi dengan melibatkan masyarakat di sekitarnya secara optimal. 

KEK Galang Batang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 42/2017 pada 12 Oktober 2017. Ini merupakan KEK yang paling cepat beroperasi setelah ditetapkan, dimana waktu yang dibutuhkan hanya 14 bulan. 

Kegiatan utama KEK Galang Batan, yaitu industri pengolahan bauksit dan logistik dengan luas lahan 2.333 hektare. 

”Di kawasan ini sudah terbangun jalan beserta drainase, gerbang, jaringan air bersih, Kantor Administrator dan Kantor Pengelola KEK, serta fasilitas keamanan. Juga disediakan sistem persampahan dan pemadam kebakaran bekerja sama dengan Pemkab Bintan,” kata Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto.

Saat ini telah terpasang daya 0.8 MVA dari PLN di kantor administrator KEK Galang Batang, serta dalam tahap penyambungan listrik dengan kapasitas 2x1.3 MW dari PLN. Listrik kawasan akan didukung oleh pembangkit 6x25 MW yang ditargetkan rampung pada 2021.

Jalan dan drainase juga telah terbangun sepanjang 2,6 km dari total target sepanjang 8 km. Instalasi jaringan air bersih pada area di sekitar perkantoran menggunakan sumur pompa kapasitas 60 liter/detik. 

Selanjutnya, kebutuhan air bersih seluruh Kawasan akan dipenuhi melalui Bendungan (Water Reservoir) kapasitas 7.518.000 m3.

Bagi para investor di KEK, pemerintah memberikan insentif fiskal dan non fiskal yang lebih menarik dibandingkan dengan insentif di luar KEK. 

Dalam waktu dekat, akan ada tiga KEK lagi yang akan dioperasikan, yaitu KEK Arun Lhokseumawe, KEK Bitung, dan KEK Morotai. Ketiganya ditargetkan selesai pada awal 2019. 

Direktur PT Bintan Alumina Indonesia Santony mengatakan KEK Galang Batang akan terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang, yaitu mencapai USD 5 miliar dalam 10 tahun ke depan. 

“Investasi ini diharapkan memberikan dampak positif, baik bagi perekonomian wilayah maupun nasional,” ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar