Selasa, 19 Maret 2019 | 16:59 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Minggu, 23 Desember 2018 13:18

Pelabuhan Banten Tetap Beroperasi Normal Pasca-Tsunami Selat Sunda

Translog Today

JAKARTA -

Sarana dan prasarana pelabuhan Banten tidak mengalami kerusakan berarti akibat tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda dan masih beroperasi normal.

"Operasional pelabuhan tetap berjalan normal dan para petugas meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana akibat cuaca buruk," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo dalam keterangan tertulis, Mimggu (23/12).

Tsunami menerjang pantai di Selat Sunda, khususnya wilayah pantai di Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan, pada Sabtu (22/12) malam.Akibatnya, lebih dari 60 orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan luka-luka. Sejumlah bangunan dan kendaraan juga rusak berat disapu tsunami setinggi 4-5 meter.

Agus mengatakan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten dan Pangkalan Penjagaan Laut dan Panti (PLP) Kelas I Tanjung Priok disiapsiagakan untuk memantau dan memberikan bantuan kepada korban tsunami di pesisir pantai Selat Sunda.

"Petugas kami siap dan kapal patroli PLP Tanjung Priok disiapsiagakan untuk mengantisipasi kejadian serupa akibat bencana tersebut," ujarnya.

Dia mengingatkan seluruh petugas di pelabuhan, khususnya pelabuhan Banten, agar memperhatikan laporan BMKG yang ditindaklanjuti dengan penerbitan Maklumat Pelayaran oleh Ditjen Perhubungan Laut.

"Di musim liburan ini, saya meminta setiap petugas di lapangan meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan faktor cuaca serta mengutamakan keselamatan pelayaran. Pastikan faktor keselamatan termasuk alat-alat keselamatan terpenuhi dengan baik," kata Agus.

Dia menyampaikan belangsungkawa atas jatuhnya korban jiwa akibat bencana tsunami di Selat Sunda tersebut. "Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ungkapnya. (hlz/hlz)


Komentar