Rabu, 23 Januari 2019 | 11:48 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Jumat, 28 Desember 2018 11:00

Aktivitas Anak Krakatau Tak Pengaruhi Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni

Translog Today
Pelabuhan Merak (repro)

JAKARTA - Selama hampir satu minggu aktivitas gunung Anak Krakatau meningkat, akan tetapi, aktivitas penyeberangan Bakauheni-Merak yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatra atau sebaliknya melalui Selat Sunda ternyata tidak terganggu.

Bahkan hari ini, (28/12), meskipun sensor gempa BMKG mencatat adanya aktivitas seismik di zona Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, kegiatan penyeberangan berjalan normal.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Bakauheni Warsa mengatakan aktivitas penyeberangan di lintasan terbesar tersebut berjalan normal seperti biasa.

Setiap hari, katanya, jumlah kapal yang beroperasi mencapai 30 unit. Hal itu sesuai dengan ketersediaan dermaga. "Sejak erupsi gunung Anak Krakatau, bahkan sejak adanya stunami di Banten dan Lampung, kegiatan penyeberangan tetap normal," katanya.

Meskipun demikian, pihaknya telah menerima himbauan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub sehubungan dengan meningkatnya aktivitas gunung tersebut. "Salah satunya kami diminta agar seluruh muatan kendaraan dilasing saat dimuat di atas kapal," katanya.

Sementara itu, hasil analisis BMKG menunjukkan aktivitas seismik ini memiliki magnitudo setara M=3,0. Episenter terletak di Gunung Anak Krakatau tepatnya pada koordinat 6,08 LS dan 105,41 BT pada kedalaman 1 km. Aktivitas seismik ini tidak berpotensi tsunami.

Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan bentuk gelombangnya (waveform), tampak bahwa aktivitas seismik ini merupakan gempa dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Aktivitas Gunung Anak Krakatau ini tercatat oleh 7 stasiun seismik milik BMKG di sekitar Selat Sunda yaitu Cigeulis (CGJI), Serang (SBJI), Sukabumi (SKJI), Muara Dua (MDSI), Cacaban (CNJI), Bungbulang (BBJI), dan Tanjung Pandan (TPI).

Hasil monitoring pada beberapa stasiun pasang surut (tide gauge) milik Badan Informasi Geospasial (BIG) di sekitar Selat Sunda menunjukkan tidak ada catatan perubahan muka air laut (tsunami). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (aji/hlz)


Komentar