Senin, 22 Juli 2019 | 17:18 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Rabu, 02 Januari 2019 13:18

2019, Persaingan di Sektor Angkutan Kontainer Kian Ketat

Translog Today
Pelabuhan Tanjung Priok (ANTARA | VITALIS YOGA TRISNA)

JAKARTA - Sektor bisnis angkutan kontainer pada 2018 tidak jauh berbeda dengan bisnis angkutan kontainer pada 2017, bahkan pada 2019, diprediksi juga tidak akan jauh berbeda dengan kondisi 2018. Itu artinya cenderung stagnan.

Wakil Ketua bidang Angkutan Kontainer Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Hengky Lie mengatakan selama 2018, pergerakan arus barang petikemas pada jalur pelayaran domestik mengalami kenaikan antara 6% - 8%.

Akan tetapi, selama dua tahun terakhir, telah terjadi penambahan space kapal yang sangat signifikan dengan masuknya kapal-kapal ukuran besar pada rute gemuk, terutama Medan-Jakarta-Surabaya-Makassar dan Sorong.

"Saat ini yang terjadi adalah pertumbuhan barang yang tidak bisa mengimbangi pertumbuhan space kapal khususnya pada rute-rute gemuk tersebut," katanya.

Di sisi lain, katanya, persaingan pada sektor angkutan kontainer akan semakin ketat menyusul beroperasinya 15 unit kapal kontainer pesanan Pemerintah. Kapal-kapal tersebut sebagian telah selesai dibangun dan siap dioperasikan.

Penambahan 15 unit kapal kontainer tersebut belum termasuk kapal kontainer yang didatangkan oleh swasta nasional. Otomatis, katanya, perang tarif antar operator masih akan sengit bahkan hingga 2019 yang bertepatan dengan tahun politik.

Menurut dia, selain bersaing antar sesama swasta, angkutan kontainer juga bersaing dengan operator kapal Tol Laut, terutama pada rute yang bersinggungan dengan rute yang sudah dilayani pelayaran niaga. (aji/hlz)


Komentar