Rabu, 20 Maret 2019 | 14:00 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 08 Januari 2019 13:51

Hingga Awal Januari, Proges Proyek MNP Makassar Capai 93,13%

Translog Today
(Pelindo IV)

JAKARTA - Progress pembangunan MNP (Makassar New Port) Tahap I sudah mencapai 93,13% [per 4 Januari 2019]. Untuk Tahap 1 Paket A progressnya sudah 100%, Paket B 93,11% dan Paket C sudah mencapai 82,06%.

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Farid Padang mengatakan percepatan pembangunan MNP yang dilakukan pihaknya untuk mempercepat pembangunan di Sulawesi Selatan dan Barat, secara umum di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Dia menyebut, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan dermaga MNP yang diperuntukkan untuk menampung kedatangan kapal yang akan melakukan bongkar muat barang di salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

Dengan begitu lanjutnya, kapal-kapal yang saat ini masih mengantri di Terminal Petikemas Makassar (TPM) bisa dialihkan ke dermaga MNP untuk segera melakukan bongkar muat barang. "Kami terus mengebut pembangunan dan pengerukan di dermaga baru MNP untuk mengatasi antrian itu," katanya.

Untuk mengendalikan antrian kapal, dia mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan optimalisasi receiving dan delivery kontainer di TPM agar kecepatan di dermaga seimbang dengan pengaturan kontainer di lapangan penumpukan.

"Termasuk solusi lainnya adalah, mekanisme kapal di pelabuhan konvensional jika tambatannya kosong. Juga melakukan penataan kontainer pada container yard saat jam tidak sibuk, yaitu pukul 24.00 hingga 05.00," katanya.

Disamping itu, kata Farid, pihaknya juga akan melakukan truck losing untuk Full Container Load (FCL) maupun Less Than Container Load (LCL) yang langsung dapat keluar ke depo pelayaran masing-masing, agar aktivitas bongkar dan muatan akan lebih cepat dengan memisahkan bongkaran dan muatan dengan membuat block plan setiap kapal dengan optimasilisasi RTG pada setiap bongkaran dan muatan yang akan diangkut.

Selain fokus pada pembangunan MNP, Pelindo IV akan melakukan penambahan alat di TPM, yaitu 1 unit Container Crane (CC) dan 2 unit Rubber Tired Gantry (RTG), sehingga total terminal petikemas tersibuk di KTI ini akan memiliki 7 unit CC dan 18 unit RTG. Juga tambahan 5 unit alat Reach Stacker.

"Kami juga segera melakukan penetapan berthing window dengan maksimum 3 hari bongkar dan jumlah antrian 7 kapal. Juga passing grade yang dilewati, dikombinasikan dengan sistem first come dan first service agar semua pelayanan dapat dipenuhi dan mengurangi komplain." (aji/hlz)


Komentar