Senin, 22 April 2019 | 11:06 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Galangan Kapal
Sabtu, 02 Februari 2019 20:29

Keberpihakan pada Galangan Kapal Nasional Berarti Dukung Visi Poros Maritim Dunia

Ayu Puji
(istimewa)

SURABAYA -

Pelaku industri galangan kapal nasional berharap kebijakan pemerintah lebih berpihak kepada industri perkapalan di dalam negeri agar mampu bersaing secara internasional.

"Keberpihakan pemerintah akan membuat industri perkapalan bisa menghadapi persaingan global. Dengan demikian, potensi Indonesia sebagai poros maritim dunia bisa direalisasikan nantinya," kata Direktur Utama PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia (ASSI) Anita Puji Utami di Surabaya, Sabtu (2/2). 

Harapan itu disampaikan Anita dalam Rapat Kerja PT ASSI Tahun 2019 bertema Kemampuan Industri Galangan Kapal untuk Meningkatkan Kualitas dan Kecepatan Layanan Produksi Guna Mendukung Kehandalan Armada Pelayaran Nasional.

Dengan dukungan kuat dari pemerintah, tuturnya, potensi pasar yang ada bisa dikerjakan secara bersama atau melalui sinergi antara pelayaran dan galangan kapal nasional. 

Anita berharap galangan kapal nasional bisa menangkap peluang bisnis tersebut dan mampu meningkatkan kompetensi, wawasan, inovasi dan kreatiivitas sumber daya manusianya. 

"Kompetensi SDM tentunya harus ditingkatkan lagi dan harapannya adalah peningkatan produktivitas, baik itu secara kualitatif maupun kuantitatif, akan lebih maksimal," kata Anita yang juga Wakil Ketua Umum DPP Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo).

Dia menilai Raker yang diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan.

Sejalan dengan tema Raker, lanjut Anita, peningkatan kemampuan perusahaan galangan kapal tentunya akan mendukung keandalan armada pelayaran nasional, sehingga visi poros maritim dunia bisa diwujudkan.

“Dari FGD ini kita ingin menambah wawasan atau up-date informasi kebijakan permerintah. Banyak sekali masukan yang telah disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas Laut Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian, yang perlu kita tindaklanjuti permasalahannya," kata Anita. (hlz/hlz)


Komentar