Selasa, 25 Juni 2019 | 00:20 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Selasa, 12 Februari 2019 06:34

Bambang Haryo: Tol Laut Gagal Jadi Stabilisator Harga di Daerah

Translog Today
Bambang Haryo saat mengunjungi Syahbandar Tanjung Perak

SURABAYA - Efektivitas Tol Laut kembali dipertanyakan sebab dinilai tidak berhasil menjadi stabilisator harga di daerah. Padahal, program itu bertujuan menekan disparitas harga sehingga rakyat di daerah bisa membeli barang lebih murah.

Penilaian itu disampaikan oleh anggota Komisi V DPR-RI Bambang Haryo saat kunjungan kerja ke Syahbandar Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (11/2), untuk memastikan kesiapan angkutan laut sebagai ujung tombak negara maritim.

"Tol Laut seharusnya mampu menjadi stabilisator harga di daerah. Jangan sampai harga barang di daerah yang dilalui Tol Laut tetap mahal. Karena itu perlu koordinasi barang apa yang dibutuhkan daerah yang dituju angkutan Tol Laut," ujarnya.

Apabila barang yang diangkut Tol Laut kemudian dijual sesuai dengan mekanisme pasar, sama saja pedagang yang diuntungkan. Padahal, lanjut Bambang, program itu diharapkan menekan disparitas harga sehingga rakyat merasakan harga lebih murah.

Sebagai contoh, anggota Fraksi Gerindra DPR RI ini menyebutkan hasil temuannya di Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, beberapa waktu lalu. Saat itu, kapal Tol Laut yang datang di daerah itu ternyata tidak menurunkan barang sama sekali.

Padahal, tutur Bambang, stok gula di daerah tersebut kosong dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. "Ini artinya, koordinasi barang yang dibutuhkan di daerah tidak jalan dan bisa dikatakan Tol Laut gagal memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Bambang mengatakan, jika barang yang dilalui Tol Laut lebih mahal daripada yang tidak dilalui, berarti ada yang salah dan kebijakan itu tidak tepat sasaran. "Bisa dicek, harga jagung di Berau, Kalimantan Timur, Rp3.000, tetapi kenapa di Palu, Sulteng, yang dilalui Tol Laut harganya hampir Rp7.000," ungkapnya.

Menurut analisa Bambang, angkutan laut hanya menyebabkan disparitas harga sebanyak 6%. Disparitas harga yang sangat tinggi di daerah pedalaman terutama karena menggunakan angkutan udara dan darat. "Pemerintah jangan ngarang bahwa angkutan laut berpengaruh ratusan persen terhadap disparitas harga barang," tegasnya.

Oleh karena itu, Bambang meminta semua pemegang kebijakan agar segera membenahi Tol Laut yang menggunakan uang rakyat. "Uang rakyat harus digunakan untuk kesejahteraan rakyat," tandasnya. (hlz/hlz)


Komentar