Minggu, 17 Februari 2019 | 12:26 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 12 Februari 2019 20:42

Permudah Ekspor Mobil CBU, IPCC Gandeng Bea Cukai Terapkan Auto Gate System

Translog Today
(IPC)

JAKARTA - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk/IPCC, anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC, meluncurkan Sistem Pintu Otomatis Tempat Penimbunan Sementara (Auto Gate System) yang terintegrasi dan terkoneksi dengan pelayanan Bea Cukai di dalam terminal.

Layanan baru itu diluncurkan di terminal internasional IPCC Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (12/2) dengan mengangkat tema Simplifikasi Ekspor Kendaraan Bermotor dalam Bentuk Jadi (CBU). Peluncuran dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Penerapan Auto Gate System IPCC guna menjawab kebutuhan para eksportir kendaraan atas kebutuhan relaksasi terkait ketentuan pengajuan dan perubahan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) sebelum masuk ke kawasan pabean berdasarkan pada proses bisnis perdagangan kendaraan yang memerlukan proses pengelompokan ekspor yang sangat kompleks.

"IPC secara agresif mendorong digitalisasi di seluruh cabang pelabuhan dan terminal yang dikelola anak usaha IPC Group sejalan dengan visi menjadi operator pelabuhan berkelas dunia," kata Prasetyadi, Direktur Operasi IPC, dalam keterangan pers, Selasa (12/2).

Dia mengatakan penerapan Auto Gate System merupakan bagian dari digitalisasi teknologi menuju era baru pelabuhan yang mampu mempersingkat waktu pelayanan dan biaya operasional pelabuhan di Indonesia. "Dalam jangka panjang, sistem ini akan mendorong peningkatan ekspor mobil Indonesia," ujarnya.

Melalui Auto Gate System, papar Prasetyadi, eksportir kendaraan dapat langsung mengirimkan kendaraan ke tempat penimbunan sementara (TPS) di area pelabuhan melalui Sistem Pintu Otomatis TPS setelah mendapatkan persetujuan dari Pejabat Bea dan Cukai.

Persetujuan itu meliputi Nota Pelayanan Ekspor (NPE); Persetujuan Konsolidasi Barang Ekspor (PKBE); persetujuan pemasukan barang asal dalam daerah pabean yang dikirim ke tempat lain dalam daerah pabean melewati tempat di luar daerah pabean; atau persetujuan pemasukan lainnya.

Sebelumnya, eksportir dan importir kendaraan harus melakukan penumpukan kendaraan hasil produksi di luar area pelabuhan sebelum proses bea dan cukai untuk menunggu Nota Pelayanan Ekspor (NPE) sebagai syarat administrasi Ekspor Bea Cukai.

Aplikasi Auto Gate System mengakomodasi kebutuhan perusahaan untuk dapat menggeser lokasi penumpukan barang ekspor ke dalam kawasan pelabuhan.

Gandeng Bea Cukai

Kemudahan pelayanan ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di bawah naungan Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"IPC bersama dengan Ditjen Bea dan Cukai mencari cara-cara baru untuk meningkatan kualitas layanan dan efisiensi kepada pengguna jasa kepelabuhanan," kata Prasetyadi.

Menurut dia, Auto Gate System tidak hanya memberikan kemudahan importir dan eksportir kendaraan, tetapi juga mengurangi biaya logistik secara langsung dengan memangkas proses ekspor dan impor barang sehingga meningkatkan daya saing produk ekspor.

IPCC merupakan anak usaha IPC yang mengelola terminal kendaraan terbesar ke-3 di Asia Tenggara. IPCC memiliki lahan penampungan di Pelabuhan Tanjung Priok seluas 34 hektare yang mampu menampung 780.000 unit kendaraan. (hlz/hlz)


Komentar