Rabu, 22 Mei 2019 | 23:35 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Rabu, 13 Februari 2019 19:35

Dirut Terminal Teluk Lamong Ajak Milenial Terjun ke Dunia Logistik

Ayu Puji
(TTL)

SURABAYA - PT Terminal Teluk Lamong, terminal pelabuhan berkonsep modern dan ramah lingkungan di Pelabuhan Tanjung Perak, mengajak kaum milenial untuk berperan di dunia logistik dengan mengembangkan kompetensi dan memanfaatkan teknologi digital.

Direktur Utama Terminal Teluk Lamong (TTL) Dothy mengungkapkan, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir dan bekerja untuk mewujudkan pola logistik yang cepat, tepat dan berbasis digitalisasi.

"Dunia logistik masih jarang menjadi cita-cita generasi muda atau kaum milenial, padahal Indonesia membutuhkan SDM kompeten untuk menciptakan dunia logistik yang efisien," ujarnya dalam Logistichamp 2019 yang digelar Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik, Jawa Timur, Selasa (13/2).

Oleh karena itu, tutur Dothy yang menjadi narasumber tunggal pada acara tersebut, TTL memberikan kesempatan yang luas bagi kaum milenial untuk berperan di dunia logistik, khususnya kepelabuhanan.

"Hal ini terbukti dengan 60% jumlah pegawai anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) itu berusia kurang dari 30 tahun. Mereka dididik dan dilatih sehingga menghasilkan SDM kompeten di bidang kepelabuhanan.

Di hadapan mahasiswa yang mengikuti Logistichamp 2019 bertema Peran Logistik dalam Pembangunan Bangsa di Era Digital itu, Dothy memberikan semangat agar generasi muda selalu beradaptasi dengan era digitalisasi melalui kegiatan yang positif.

Berbasis Digitalisasi

Dia mengatakan SDM yang kompeten, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan sistem kepelabuhanan menjadi hal utama untuk meningkatkan peran logistik di Tanah Air.

"Sebagai Green and Smart Port, TTL melakukan pengembangan yang mengarah pada peningkatan peran logistik berbasis digitalisasi. Konsep ini menjadi daya tarik bagi pelaku logistik karena mampu mempercepat proses bongkar muat barang di pelabuhan," ujarnya.

Dothy menyampaikan TTL telah mengupayakan kecepatan dan ketepatan pola operasional kepelabuhanan melalui penyediaan fasilitas dan peralatan semi otomatis.

"Penggunaan peralatan dan fasilitas semi otomatis merupakan penunjang utama kecepatan dan ketepatan bongkar muat barang di Terminal Teluk Lamong," ungkapnya.

Salah satu peralatan yang digunakan yakni Automated Stacking Crane (ASC) yang berkinerja 2,7 kali lebih cepat dibandingkan dengan Rubber Tyred Gantry (RTG) di pelabuhan konvensional.

Proses administrasi juga dipercepat melalui penerapan transaksi online sehingga pelanggan dapat melakukan transaksi di mana pun dan kapan pun menggunakan jaringan internet melalui portal web access TTL.

Pada tahun 2019, lanjut Dothy, TTL melakukan pengembangan infrastruktur darat menuju ke pelabuhan dengan membangun fly over guna memperlancar arus barang dari darat dan laut. (hlz/hlz)


Komentar