Kamis, 19 September 2019 | 02:58 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Trucking
Kamis, 14 Februari 2019 21:06

Menhub Masih Beri Waktu Pengusaha Tinggalkan Truk ODOL

Translog Today
(dephub.go.id)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan masih memberikan waktu kepada pengusaha untuk segera meninggalkan truk kelebihan muatan dan ukuran atau ODOL (Over Dimension and Over Load).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya mengutamakan dialog dengan pengusaha dan asosiasi untuk mencari solusi terbaik memberantas truk ODOL, tidak langsung melakukan penindakan.

"Saya bilang kepada Pak Dirjen Perhubungan Darat dan Kakorlantas jangan dulu dilakukan penindakan, kita coba melalui dialog kita kasih waktu," katanya saat membuka Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Tahun 2019 di Jakarta, Kamis (14/2).

Menurut Menhub, bicara tentang solusi mengatasi truk ODOL harus terintegrasi dengan semua pihak, termasuk pengusaha, pemilik truk, dan supir. Karena itu, pihaknya selalu berdialog dengan Aptrindo dan asosiasi pengusaha guna mendapatkan solusi atau cara yang terbaik.

"Perintah Presiden jangan menambah beban masyarakat. Kalau ada sesuatu lakukanlah dialog. Kita bisa mendiskusikan banyak hal, dan kita sepakat bahwa kita harus memiliki daya saing untuk memajukan perekonomian," kata Budi Karya.

Dia mengatakan truk ODOL menyebabkan sejumlah kerugian, antara lain biaya untuk perawatan jalan menjadi lebih besar. Padahal anggaran tersebut seharusnya dapat digunakan untuk membangun jalan baru.

Menhub memberikan apresiasi kepada pengusaha yang telah meninggalkan truk ODOL. "Pengusaha yang telah menerapkan anti ODOL harus kita apresiasi, seperti di Pekanbaru. Dalam waktu dekat saya dan Dirjen Perhubungan Darat akan meninjau ke sana (Pekanbaru) sekaligus memberikan apresiasi," ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar