Selasa, 16 Juli 2019 | 11:52 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 14 Februari 2019 13:30

Pelindo III Siap Gelontorkan Investasi Rp6,4 Triliun pada 2019

Ayu Puji
Dirut Pelindo III Doso Agung (Pelindo III)

SURAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menyiapkan investasi Rp6,44 triliun untuk membiayai sejumlah proyek strategis di seluruh wilayah kerjanya di tujuh provinsi sepanjang tahun 2019.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengungkapkan 84% atau sekitar Rp5,4 triliun dari rencana investasi itu akan dialokasikan untuk proyek multi years dan sisanya 16% atau sekitar Rp1,04 triliun untuk membiayai proyek baru.

"Investasi kami tahun ini masih fokus pada penyelesaian pembangunan infrastruktur pelabuhan dan pendukungnya, seperti akses jalan layang (flyover) yang menghubungan Terminal Teluk Lamong dengan jalan tol dan pembangunan Terminal Gilimas di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat," katanya dalam Rapat Kerja Pelindo III di Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (13/2).

Menurut dia, investasi tersebut akan berdampak positif bagi operasional pelabuhan. Sebagai contoh, jalan layang Terminal Teluk Lamong akan mengurai kemacetan di jalan akses menuju terminal itu. Nantinya, jalan akses Terminal Teluk Lamong akan langsung terhubung dengan jalan tol Surabaya-Gresik.

Contoh lain, lanjut Doso, di Terminal Gilimas Lombok Barat, dulu kapal pesiar tidak bisa bersandar di Pelabuhan Lembar (pelabuhan eksisting) karena kendala kedalaman alur dan kolam pelabuhan. Wisatawan kapal pesiar terpaksa menaiki kapal-kapal kecil untuk mencapai dermaga.

"Setelah ada Terminal Gilimas, kapal pesiar dapat langsung bersandar dan menurunkan wisatawan di terminal pelabuhan. Selain itu mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Flyover Terminal Teluk Lamong dan Terminal Gilimas ini akan siap tahun ini," jelasnya.

Pelindo III juga menyiapkan beberapa pekerjaan baru pada 2019, seperti pembangunan terminal LNG di Pelabuhan Tanjung Perak, pemasangan sejumlah shore power connection di sejumlah pelabuhan, dan modernisasi peralatan bongkar muat di sejumlah pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III.

Sumber pendanaan masih menggunakan kas internal perusahaan serta hasil dari pinjaman global (global bond) pada 2018 sebesar US$500 juta. "Kami juga akan melakukan kerja sama, baik sinergi BUMN maupun dengan pihak swasta, serta mendorong optimalisasi sumber daya Pelindo III Group," ungkap Doso.

Dia juga menegaskan, setiap perencanaan dan pelaksanaan investasi di Pelindo III selalu mengikuti aturan dan prinsip tata kelola perusahaan. Pihaknya juga sudah menggandeng Kejaksaan Agung untuk melakukan pendampingan melalui Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) dan Daerah (TP4D). (hlz/hlz)


Komentar