Kamis, 23 Mei 2019 | 00:18 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 14 Februari 2019 20:34

Pelindo III Targetkan Arus Peti Kemas Naik 7% Menjadi 5,7 Juta TEUs

Ayu Puji
(Pelindo III)

SURAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menargetkan arus peti kemas pada tahun 2019 tumbuh 7% menjadi 5,7 juta TEUs dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu sebesar 5,3 juta TEUs.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menjelaskan, kenaikan arus peti kemas itu salah satunya didorong oleh peningkatan produktivitas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, seiring dengan selesainya pekerjaan pendalaman kolam pelabuhan dari -8 meter LWS menjadi -12 meter LWS.

Pendorong lainnya, lanjut Faruq, yakni peningkatan arus peti kemas transhipment domestik menyusul pemberlakuan tarif khusus 65% dari tarif normal, serta peningkatan arus peti kemas di Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Bagendang Sampit, dan Pelabuhan Bumiharjo.

"Kami juga optimistis arus peti kemas di wilayah timur meningkat, seperti di Kupang karena ada pembangunan industri mangan di wilayah itu, serta di Waingapu yang ada pembangunan industri gula," ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (14/2).

Untuk curah kering, ungkap Faruq, ditargetkan mencapai 72 juta ton atau naik sekitar 1% dibandingkan dengan 2018 yang berkisar 71 juta ton. Adapun untuk curah cair, produksi ditargetkan 3,1 juta meter kubik atau meningkat 6% dari tahun lalu sekitar 2,9 juta meter kubik.

Dia menambahkan, arus penumpang kapal laut di sejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo III ditargetkan mencapai 3 juta orang atau tumbuh 5% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu 2,9 juta orang.

Demikian juga arus hewan sepanjang tahun 2019 ini ditargetkan 122.000 ekor atau naik tipis 1% dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 120.000 ekor.

Sementara itu, arus kunjungan kapal ditargetkan meningkat 4%-5% dari sekitar 66.000 unit atau setara 264 juta gross ton pada 2018 menjadi 69.000 unit atau setara 276 juta gros ton pada 2019.

"Target peningkatan di segala segmen bisnis operasional tersebut membuat proyeksi pendapatan usaha juga ditargetkan meningkat. Pendapatan usaha tahun lalu sekitar Rp10 triliun ditargetkan meningkat 11% pada tahun 2019 menjadi Rp11,2 triliun," ungkap Faruq. (hlz/hlz)


Komentar