Selasa, 16 Juli 2019 | 11:01 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 19 Februari 2019 10:28

Pertamina dan Pelindo I-IV Sepakati 18 Bidang Kerja Sama Bisnis di Pelabuhan

Translog Today
(Pelindo IV)

JAKARTA -

PT Pertamina (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, IV (Persero) menjalin kerja sama guna mengoptimalkan dan mendayagunakan aset pelabuhan untuk pendistribusian energi.

Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dengan Dirut Pelindo I Bambang Eka Cahyana, Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya, Dirut Pelindo III Doso Agung dan Dirut Pelindo IV Farid Padang. Penandatanganan disaksikan langsung oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Dalam sambutannya, Rini mengatakan proses bisnis Pertamina dan Pelindo memang saling beririsan, serta memiliki sumber daya, baik aset maupun unit kerja yang bisa disinergikan dan saling dimanfaatkan bersama. 

“Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dan efisiensi yang signifikan bagi operasional Pertamina dan Pelindo, serta meningkatkan ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Untuk diketahui, tuturnya, pelabuhan merupakan pintu gerbang bisnis dunia yang akan menggerakkan perekonomian nasional. Dengan kerja sama ini, distribusi energi di seluruh penjuru negeri diharapkan dapat semakin efektif dan efisien.

“Selain itu, penggunaan aset lahan dan pelabuhan juga dapat meningkatkan daya saing usaha BUMN untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif dengan biaya operasional yang efisien,” kata Rini.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menambahkan, sinergi BUMN ini dilaksanakan dalam rangka membangun kekuatan bisnis yang lebih kokoh, efektif dan efisien. 

“Pelabuhan merupakan pintu gerbang bisnis dunia yang akan menggerakkan perekonomian nasional. Karena itu, Pertamina harus memastikan ketersediaan dan ketahanan energi di setiap pelabuhan di seluruh Indonesia. Dengan kerja sama ini, distribusi energi di seluruh pelabuhan akan semakin efektif dan efisien,” ujar Nicke.

Khusus untuk kerja sama bisnis yang sifatnya quick win, imbuh Nicke, akan dilakukan dalam tiga lini bisnis yakni penggunaan BBM di seluruh pelabuhan, penggunaan pelumas Pertamina serta pengembangan LNG Retail di Pelabuhan Benoa, Bali.

“Penggunaan BBM di kawasan pelabuhan yang dikelola Pelindo per tahun kurang lebih 360.000 KL. Sementara penggunaan pelumas kurang lebih 460 KL per tahun. Pertamina juga akan menindaklanjuti peningkatan kerja sama penggunaan dermaga, pelayanan pandu dan tunda,” kata Nicke.

18 Bidang Kerja Sama 

Secara keseluruhan, berbagai kerja sama bisnis Pertamina–Pelindo setidaknya meliputi 18 bidang, antara lain pengoperasian TBBM dan Gas di Belawan dan Kuala Tanjung, Pengoperasian Terminal Dumai, Pengembangan Water Front City Pekanbaru, Optimalisasi Pelabuhan Tanjung Intan dan Pengembangan dermaga gospier.

Pertamina dan Pelindo juga sepakat untuk membangun Terminal LNG Teluk Lamong, Filing Station di Banjarmasin dan pengembangan Terminal Aspal Curah Cair di Benoa, Bali.

Di wilayah Indonesia Tmur, kerja sama Pertamina – Pelindo dilakukan untuk penyediaan listrik dan gas di Makassar New Port, instalasi LNG di kawasan Industri Palu, Makassar, Bitung dan Morotai.

Selain itu, penyediaan lahan untuk Terminal Aspal di Samarinda, Makassar dan Bitung serta penyediaan lahan untuk Terminal LPG di Balikpapan, Maumere, Ternate, Sorong, Manokwari dan Merauke. Adapun di Gorontalo, Pertamina akan membangun fasilitas FSRU.

Dirut Pelindo I Bambang Eka Cahyana menambahkan, kerja sama ini diharapkan mendongkrak kinerja operasional di pelabuhan-pelabuhan yang dinaungi Pelindo I, seperti Pelabuhan Kuala Tanjung yang akan menjadi hub port internasional, Pelabuhan Dumai yang menjadi pelabuhan ekspor CPO terbesar di Indonesia.

“Bersama anak perusahaan Pertamina, kami juga akan melakukan pengembangan Water Front City di Pekanbaru untuk mendorong sektor pariwisata,” ujarnya.

Dirut Pelindo II menambahkan, sinergi Pertamina dan IPC akan memberikan nilai tambah bagi produk dan layanan kedua belah pihak, serta memberikan hasil yang optimal juga.

Menurut Dirut Pelindo III, kerja sama ini sekaligus membangun mindset sinergi antar BUMN untuk selalu mencari peluang value creation dan efisiensi secara sustainable.

“Dengan kerja sama ini diharapkan tercipta efisiensi dari penyediaan BBM,bunkerserta pelumas untuk Pelindo. Termasuk juga efisiensi layanan jasa kepelabuhan Kapal Tunda, Pandu, Pengurukan dan maintenance serta pembangunan dermaga.”

Sementara itu, Dirut Pelindo IV mengatakan sinergi ini selain meningkatkan efisiensi dan pendapatan bagi Pertamina, juga mengoptimalkan aset dan meningkatkan pendapatan Pelindo IV terutama untuk bunker BBM maupun storage gas.

“Selain itu mengoptimalkan aset kapal tunda yang dimiliki oleh Pertamina dan Pelindo untuk pelayanan marine service yang sudah terbangun selama ini. Namun dari segi regulasi, belum terpenuhi berdasarkan regulasi paket penundaan dan pemanduan,” ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar