Kamis, 23 Mei 2019 | 00:19 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 21 Februari 2019 18:35

Layanan Digital Pelindo III di Tanjung Perak Hemat Waktu Hingga 15%

Ayu Puji
(Pelindo III)

SURABAYA -

Pelindo III mengklaim penerapan layanan digital di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mampu mempersingkat waktu layanan rata-rata hingga 15%. Efisiensi didapat setelah operasional pelabuhan dipusatkan melalui Port Operations Command Center (POCC) sejak 6 Desember 2018.  

Menurut Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto, beberapa layanan yang menjadi lebih cepat di antaranya waktu verifikasi permohonan pelayanan dari semula 1,17 jam menjadi 0,3 jam.  

Selain itu, waktu tunggu pelayanan dari semula 13,57 menit menjadi 11,34 menit dan waktu pergantian kapal di dermaga dari 4,42 jam menjadi 3,93 jam.

“Efisiensi waktu layanan ini kami dapat dari hasil evaluasi 100 hari penerapan POCC di Pelabuhan Tanjung Perak. POCC mengintegrasikan layanan, mulai dari pelayanan kapal, barang, penerbitan nota tagihan, dan jasa pendukung lainnya. POCC juga terhubung dengan Inaportnet,” jelas Putut, Kamis (21/2).

Dia mengungkapkan, Pelindo III segera menerapkan POCC di pelabuhan lain di wilayah kerja perseroan. POCC nantinya menjadi bagian dari Integrated Billing System (IBS) yang akan diterapkan di wilayah kerja Pelindo I-IV.

“Semangat ke depan ialah seluruh pelabuhan di Indonesia terhubung dalam satu layanan, pengguna jasa cukup mengakses satu portal untuk berbagai jenis pelayanan dari Sabang sampai Merauke. Sistem ini akan diuji coba pertengahan tahun ini,” kata Putut.

Mudahkan Pelanggan

Pengguna jasa di Tanjung Perak mengapresiasi pelayanan digital yang diterapkan Pelindo III karena dinilai sangat membantu pekerjaan mereka. 

Misto (54), petugas perencanaan penambatan kapal PT Pelni, menyebut dahulu dia harus datang ke pelabuhan untuk rapat bersama dengan para penyedia jasa untuk berkoordinasi soal kebutuhan layanan kapal pandu dan tunda, tambatan di dermaga, serta peralatan bongkar muat yang dibutuhkan.

“Dulu malam hari pun harus datang langsung. Kini bisa dengan meeting online, jika ada masalah tinggal telepon POCC. Saya yang tinggal di Tretes (Kabupaten Pasuruan, sekitar 70 km dari Tanjung Perak) menjadi sangat termudahkan,” kata Misto yang sudah bertugas di operasional tambatan selama 11 tahun.

Hal senada diungkapkan Yusuf Iskandar (38), petugas dari PT Suntraco. Sebelum ada layanan digital, tuturnya, pengguna jasa bisa terkena denda karena terlambat mengurus perubahan permohonan layanan. 

“Misalnya karena jadwal kapal sandar berubah. Terlebih jika terjadi di malam hari, pengurusan dokumen perubahan relatif lama karena butuh waktu untuk menginformasikan ke petugas yang berwenang,” ujarnya.

Di tengah berbagai inovasi IT di pelabuhan, layanan helpdesk di POCC menjadi sentuhan manusia yang bisa mengambil keputusan saat terjadi unusual condition. Sebagai contoh, jika ada kendala crane kapal rusak sehingga membutuhkan crane darat dan kapal perlu bertukar dari sandar kiri ke sandar kanan. 

“Ada manager yang bisa mengambil keputusan segera, bila perlu pun ia bisa ke lapangan, karena POCC berada di sini (pelabuhan),” kata Yusuf. (hlz/hlz)


Komentar