Kamis, 21 Maret 2019 | 12:20 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 25 Februari 2019 15:44

Sambut 153 Kapal Pesiar pada 2019, Pelindo III Benahi Fasilitas Pelabuhan

Ayu Puji
(Pelindo III)

SURABAYA -

Sedikitnya 153 kapal pesiar direncanakan singgah di sejumlah pelabuhan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sepanjang tahun 2019.

Dari jumlah tersebut, Pelabuhan Benoa Bali masih menjadi tujuan utama kedatangan sebanyak 75 kapal pesiar. 

Adapun pelabuhan lainnya, yakni Lembar NTB 17 rencana kedatangan kapal, Tanjung Emas Semarang 16 kapal, Tanjung Perak Surabaya 16 kapal, Celukan Bawang Bali 6 kapal, Kalabahi NTB 3 kapal, dan Banyuwangi 1 kapal. 

Selain itu, rencana kedatangan di Pelabuhan Badas sebanyak 3 kapal, Maumere dan Kupang masing-masing 1 kapal, serta Ende 2 kapal dan Probolinggo 12 kapal.

“Itu jumlah rencana kedatangan yang sudah tercatat di Pelindo III sepanjang tahun ini. Jumlahnya masih bisa berubah, bertambah maupun berkurang,” kata Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto, Minggu (24/2).

Menurut dia, sejumlah faktor dapat mempengaruhi rencana kedatangan kapal pesiar, terutama masalah keamanan. Sebagai contoh, pada 2018 tercatat 149 rencana kedatangan di lingkungan Pelindo III tetapi hanya terealisasi 138 kedatangan.  

Penyebabnya adalah adanya teror bom di Surabaya dan Sidoarjo serta bencana alam di Nusa Tenggara Barat.

“Setiap tahun jumlah kedatangan kapal pesiar terus meningkat, pada 2017 kami mencatat realisasi 125 kedatangan kapal pesiar dan pada 2018 sebanyak 138 kedatangan. Kami optimistis jumlah kedatangan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Siapkan Fasilitas

Putut mengungkapkah, pihaknya akan mengundang para operator kapal pesiar untuk menginformasikan berbagai fasilitas penunjang kapal pesiar yang disiapkan oleh Pelindo III.

Fasilitas tersebut di antaranya pengembangan Pelabuhan Benoa dan Terminal Gilimas di Pelabuhan Lembar. Di Pelabuhan Benoa, misalnya, Pelindo III memperdalam alur pelayaran dari -11 meter LWS menjadi -13 meter LWS.  

Kolam pelabuhan di dermaga timur diperdalam dari -9 meter LWS menjadi -12 meter LWS. Selain itu terminal penumpang diperbaiki dan ditingkatkan kapasitasnya.

“Selama ini di Pelabuhan Benoa kapal-kapal pesiar ukuran besar di atas 250 meter hanya dapat berlabuh di luar pelabuhan. Dengan adanya revitalisasi, kapal-kapal tersebut dapat bersandar di dermaga. Minat kedatangan kapal pesiar meningkat karena mereka lebih terjamin dari sisi keamanan dan kenyamanan. Terminal Gilimas juga kurang lebih sama, kami tingkatkan fasilitas dan pelayanan dari yang sebelumnya,” jelas Putut.

Sekretaris Perusahaan Pelindo III Faruq Hidayat menambahkan, serangkaian peningkatan fasilitas kapal pesiar itu merupakan upaya perseroan dalam mendukung target kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019.  

Dari target 20 juta wisman, 3 juta di antaranya diharapkan mampu disokong oleh BUMN.  Untuk mencapai target tersebut, Kementerian BUMN membentuk tim sinergi BUMN Pariwisata, dimana Pelindo III menjadi salah satu anggotanya.

“Sedikitnya ada 88.778 wisman penumpang kapal pesiar yang turun di pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III pada 2017 dan 125.218 wisman pada 2018,” ungkap Faruq. (hlz/hlz)


Komentar