Kamis, 21 Maret 2019 | 12:19 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Selasa, 26 Februari 2019 09:05

PT PTP Belum Capai Target Produktivitas Bongkar Batubara, Ini Penyebabnya

Aidikar M. Saidi
Kegiatan bongkar batubara di Pelabuhan Marunda (Translogtoday/ams)

JAKARTA -

PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) masih belum mampu mencapai target produktivitas bongkar batubara 1.000 ton per hari. Salah satu penyebabnya alat dan sistem kerja yang tidak memadai.

Ari Henryanto, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT PTP, mengungkapkan saat ini target produktivitas bongkar batubara baru tercapai 500 ton per hari.

Artinya, lanjut Ari, untuk memuat 35.000 ton batubara di Bengkulu membutuhkan waktu 70 hari atau lebih dari dua bulan.

“Banyak faktor yang menyebabkan target itu tidak mencapai, antara lain alat tidak memadai dan sistem kerja tidak mendukung, serta faktor lainnya untuk mempercepat bongkar muat batubara,” katanya, pekan lalu.

Ari mengatakan PTP hanya ingin menguasai bongkar muatan curah cair seperti komoditas CPO, minyak dan gas, serta curah kering seperti batubara.

Namun, dia menegaskan kehadiran PTP di pelabuhan bukan untuk mematikan atau merebut pasar Perusahaan Bongkar Muat (PBM).

Ketika ditanya throughput yang sudah diraih oleh PTP, Ari enggan menyebutkannya. Dia juga tidak bersedia menanggapi banyaknya muatan yang hengkang dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Marunda.

Dia mengakui untuk mengejar throughput di pelabuhan daerah tidak bisa disamakan dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

Di daerah, tuturnya, PTP dalam mengelola terminal curah melakukan kegiatan bongkar muat, sedangkan di Tanjung Priok hanya mengelola terminal dan mendapatkan sharing dari PBM atau tidak melakukan kegiatan bongkar muat.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi batubara di Indonesia mencapai 93,4 miliar ton, yang sebagian besar berada di kawasan hutan Sumatera Barat, Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua, dan Papua Barat. 

Meskipun potensinya sangat besar, kegiatan bongkar muat komoditas itu sedikit sekali dilakukan di pelabuhan umum. Pasalnya, sebagian besar bongkar muat dilakukan di TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri). (Aidikar M. Saidi) (hlz/hlz)


Komentar