Senin, 20 Mei 2019 | 23:22 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Sabtu, 02 Maret 2019 21:04

Dilengkapi Fasilitas Canggih, Kuala Tanjung Siap Jadi Hub Port dan Sentra Logistik

Translog Today
Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal

MEDAN -

Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Sumatera Utara, yang dilengkapi dengan fasilitas mutakhir siap beroperasi sebagai pelabuhan hub internasional dan menjadi sentra logistik nasional di kawasan barat.

Dirjen Perhubungan Laut R. Agus Purnomo mengatakan, pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadikan operasional pelabuhan di Sumatera Utara lebih efisien dan kompetitif, sekaligus bagian dari pengembangan kawasan industri untuk menurunkan biaya logistik nasional.

"Pelabuhan Kuala Tanjung nantinya memiliki dua fungsi, yaitu sebagai pelabuhan industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bagi Kawasan Barat Indonesia dan menjadi pusat bongkar muat kapal (transhipment)," ujarnya.

Dirjen Agus mengungkapkan hal itu seusai mendampingi Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat kunjungan kerja di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sabtu (2/3).

Rencananya, pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat ini.

Sebagai pelabuhan hub internasional, pelabuhan ini dilengkapi sejumlah fasilitas canggih, antara lain tiga container crane berkapasitas 45 ton dan mampu menangani peti kemas berukuran 20 feet, 40 feet hingga 45 feet. 

Beberapa waktu lalu, tuturnya, juga telah dilakukan uji coba pengoperasian dengan disandarkannya beberapa kapal berukuran besar, baik untuk kegiatan domestik maupun ekspor dan telah berhasil dengan baik.

Untuk kegiatan domestik, kapal yang telah diujicobakan adalah KM Sinar Belawan yang memilik bobot 12.000 GT dengan panjang 145,5 meter milik PT Samudera Indonesia. Kapal mengangkut kargo domestik sebanyak 50 boks milik PT Unilever Indonesia.

Adapun untuk kegiatan ekspor, kapal yang diujicobakan adalah kapal Wan Hai 505 dan Wan Hai 507 yang masing-masing memiliki panjang 268 meter dan kapasitas 4.500 TEUs. Kapal itu mengangkut barang ekspor milik PT Unilever Indonesia dan PT Domas Agrointi Perdana (P&G) tujuan China, India, Singapura dan Malaysia. 

“Jadi pada tahap awal beroperasi, Pelabuhan KTMT sudah bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap minggunya,” kata Agus.

Beberapa perusahaan yang sudah siap mendukung kegiatan ekspor ini, antara lain PT Unilever, PT Wilmar, dan PT Domas Agrointi Perdana (P&G) yang akan memanfaatkan jasa kepelabuhanan KTMT untuk ekspor ke China, India, dan negara-negara di Asia.

Fasiltas pelabuhan yang dimiliki Pelabuhan Kuala Tanjung antara lain terminal multipurpose berkapasitas 600.000 TEUs, dan siap beroperasi melayani arus keluar masuk barang ke seluruh Indonesia dan luar negeri. 

Pelabuhan KTMT akan dikelola oleh PT Prima Multi Terminal, yang merupakan perusahaan patungan antara PT Pelindo I, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya. 

Untuk mendukung kelancaran dan kecepatan kegiatan bongkar muat, KTMT juga telah dilengkapi dermaga ukuran 500x60 m, trestle sepanjang 2,8 km dan lebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.

Selain itu, 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC, serta Terminal Operating System (TOS) peti kemas maupun curah cair.
(hlz/hlz)


Komentar