Kamis, 23 Mei 2019 | 00:19 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 04 Maret 2019 16:23

IPC dan Pemprov Bengkulu Siapkan Realisasi KEK Pelabuhan Pulau Baai

Translog Today
(IPC)

JAKARTA -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC menggelar Forum Group Discussion Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, guna memantapkan langkah IPC dan Pemprov Bengkulu merealisasikan proyek tersebut.

FGD dihadiri oleh Direktur Operasi IPC Prasetyadi, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, Kepala Bagian Perencanaan Dewan KEK Nasional Ahmad Buchory, GM Cabang Pelabuhan Bengkulu Nurkholis Lukman, perwakilan DPMPTSP, perwakilan LAPI ITB, perwakilan KADIN, serta perwakilan asosiasi dan pelaku usaha.

Dalam FGD ini dipaparkan mengenai komoditas sumber daya alam Bengkulu, seperti kopi, sawit, karet, batubara, sektor perikanan dan panas bumi, serta berbagai potensi yang bisa dikembangkan dari lokasi Pelabuhan Pulau Baai yang strategis.

"Secara geografis Pelabuhan Pulau Baai berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Bengkulu juga terhubung dengan empat provinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan Lampung, sehingga diharapkan mampu menjadi beranda perekonomian di Sumatera," ujar Gubernur Bengkulu di Kantor Pusat IPC, Jakarta, Senin (4/3).

 

IPC memiliki Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 11,9 juta m2 untuk pengembangan pelabuhan dan KEK Pulau Baai, yang didukung fasilitas Terminal Curah Kering, Terminal Curah Cair, Terminal Khusus Hewan, dan infrastruktur lainnya.

"KEK Pulau Baai ini diharapkan memberikan nilai tambah, baik dari sisi bisnis maupun sosial. Integrasi antara pelabuhan dan area industri meningkatkan efisiensi waktu dan biaya,” ujarnya. 

Selain itu, lanjut Gubernur, potensi kenaikan insentif bagi pemerintah dan membuka lapangan kerja lebih luas dibandingkan dengan sebelumnya. (hlz/hlz)


Komentar