Senin, 21 Oktober 2019 | 00:16 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Selasa, 05 Maret 2019 15:18

Dorong Digitalisasi Logistik, Ditjen Hubla Perluas Penerapan Inaportnet

Translog Today

JAKARTA -

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mendorong modernisasi pelabuhan berbasis teknologi informasi guna meningkatkan daya saing logistik nasional.

Dirjen Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo mengatakanpeningkatan teknologi menjadi salah satu arah kebijakan Kemenhub khususnya Ditjen Hubla pada tahun 2020.

“Perlu upaya modernisasi pelabuhan berbasis TI dalam mendukung logistik nasional atau Digitalisasi Logistik,” kata Dirjen Agus dalam kata sambutan yang dibacakan Kepala Sub Direktorat Sistem Informasi dan Sarana Prasarana Angkutan Laut Sukirno Dwi Susilo.

Dia menyampaikan hal itu saat membuka acara Diskusi Media bertema “Peluang dan Tantangan Digitalisasi Logistik di Indonesia” yang digelar dalam rangkaian Rapat Kerja Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) Tahun 2019 di Jakarta, Selasa (5/3).

Diskusi dihadiri sejumlah wartawan dan narasumber, antara lain Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Capt. Hermanta, Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto, Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP ISAA Juswandi Kristanto, dan Ketua Umun DPP Aptrindo Gemilang Tarigan.



Berdasarkan Logistics Performance Index (LPI) 2018, tutur Sukirno, indeks kinerja logistik Indonesia menempati peringkat ke-46 atau naik dari posisi ke-63 pada tahun sebelumnya.

“Untuk mencapai indeks kinerja yang lebih baik, pemerintah terus bekerja keras mewujudkan sistem logistik yang efektif, transparan dan efisien melalui berbagai upaya, mulai dari penataan birokrasi, peningkatan kapasitas SDM di pelabuhan serta pemanfaatan TI yang terintegrasi," ujarnya. 

Salah satu bentuk nyata digitalisasi pelabuhan, kata Sukirno, yakni melalui penerapan sistem Inaportnet versi 2.0 dan Delivery Order (DO) Online di pelabuhan. 

Saat ini Kemenhub telah mengembangkan sistem Inaportnet di 16 pelabuhan dan akan diterapkan secara bertahap di pelabuhan-pelabuhan lain.

"Pada tahun 2019, misalnya, kami sedang mempersiapkan penerapan Inaportnet di 16 pelabuhan lain, terdiri dari dua pelabuhan kelas I, 11 pelabuhan kelas II, 2 pelabuhan kelas III, dan satu pelabuhan kelas IV," ungkap Sukirno.

Penerapan sistem Inaportnet diharapkan menurunkan biaya logistik di pelabuhan, meningkatkan kelancaran arus barang di pelabuhan, mempercepat pelayanan dan meningkatkan transparansi, sehingga pelayanan menjadi lebih murah dan mudah.

"Kami juga bersinergi melalui pertukaran informasi dengan kementerian atau lembaga terkait dengan mengintegrasikan semua sistem berbasis IT yang dimiliki oleh masing-masing sektor ke dalam satu aplikasi yang terintegrasi dengan semua sistem tersebut," kata Sukirno.

Dia menegaskan Pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan industri logistik, memberikan kemudahan kepada pelaku usaha, serta memperbaiki sistem layanan dan kinerja di pelabuhan berbasis IT.

"Kami yakin digitalisasi bisa mendorong percepatan layanan yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas di pelabuhan, bongkar muat kapal, maupun transparansi bagi para pemilik barang," ujar Sukirno. (hlz/hlz)


Komentar