Selasa, 16 Juli 2019 | 11:28 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 14 Maret 2019 17:07

Marunda Center Terminal Ditargetkan Jadi Pelabuhan Internasional Paling Lambat 2020

Aidikar M. Saidi
Launching Marunda Centre Terminal Information Booklet (ams)

JAKARTA -

PT Pelabuhan Tegar Indonesia (PTI) atau Marunda Center Terminal (MCT) terus mengembangkan fasilitas terminal yang dikelolanya untuk menjadi pelabuhan internasional paling lambat pada 2020.

“Kami targetkan tahun ini atau paling tidak 2020 MCT sudah menjadi pelabuhan internasional. Untuk itu, kami harus dapat izin dari tiga kementerian yakni Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perdagangan,” kata Direktur Komersial MCT Aulia Febrial Fatwa

Rencana itu dibenarkan oleh Direktur Utama MCT Ravi Menon dan Direktur Operasi Abd. Karim dalam acara Ship Owner & Ship Agent Gathering PTI di dermaga MCT, Jakarta Utara, Kamis (14/3).

MCT merupakan salah satu Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di Pelabuhan Marunda selain KCN. MCT sudah siap melayani kapal 40.000 DWT karena memiliki kedalaman (draft) 9,5 meter. 

“Namun sampai sekarang baru kapal-kapal dengan draft 7 meter dan DWT 15.000 yang masuk ke MCT,” ujar Febri.

Selain diisi diskusi mengenai bagaimana terminal ini ke depan, pada acara itu juga dilakukan penyerahan sertifikat SOCPF-ISPS Code dan OSCP dari Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub. Artinya, dari sisi keamanan kapal dan pelabuhan, MCT sudah memenuhi standar internasional.

Menurut Febri, PTI sudah memperoleh konsesi 65 tahun sebagai BUP dari Kemenhub pada 2017. Karena itu, pihaknya sedang berkonsentrasi untuk melakukan pengembangan fasilitas yang dimiliki. 

“Namun untuk pengembangan mesti harus dipikirkan matang sebab biayanya semua dari perusahaan, bukan menggunakan APBN. Satu rupiah saja mesti dipertanggung-jawabkan,” ungkapnya.

PTI menawarkan kepada pelayaran kontainer domestik untuk memanfaatkan terminalnya. “Kalau pelayaran mau kontrak jangka panjang 25 tahun, kami juga akan berusaha untuk menyiapkan dan membangun fasilitas yang diperlukan pengguna jasa pelayaran,” katanya.

Ketua DPC INSA Jaya Aminuddin mendukung rencana MCT menjadi pelabuhan internasional. Dia menilai sudah saatnya Pelabuhan Marunda terbuka untuk perdagangan Internasional karena Pelabuhan Tanjung Priok semakin padat.

Siapkan Fasilitas

Sunarno dari pelayaran Tresna Muda Sejati mengemukakan, MCT semestinya menyiapkan gudang penumpukan, container yard sehingga pelayaran peti kemas tertarik masuk ke MCT.

“Saat ini fasilitas seperti gudang penumpukan peti kemas, CY belum tersedia, jadi kami juga sulit untuk memasarkan ke shipper,” ungkap Sunarno.

Para pengguna jasa MCT juga menyayangkan akses jalan dari dan ke terminal tersebut yang selalu macet sehingga aktivitas mereka terganggu.

Mengenai kemacetan tersebut, Febri menyatakan jalan menuju ke terminalnya menjadi kewenangan Pemkab Bekasi, dan sebagian wewenang Pemprov DKI Jakarta.

Acara gathering tersebut turut dihadiri oleh Kepala KSOP Marunda Iwan Soemantri, Ketua DPC INSA Jaya Capt Alimudin, pengurus INSA Jaya untuk pelabuhan Marunda Banu Amza, serta para mitra MCT. (hlz/hlz)


Komentar