Jumat, 19 April 2019 | 11:52 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Rabu, 20 Maret 2019 19:50

Transformasi IPC Diharapkan Ciptakan Ekosistem Kepelabuhanan

Aidikar M. Saidi

JAKARTA -

Rencana transformasi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC menjadi trade corridors ataupun trade accelerator diharapkan mendorong ekosistem kepelabuhanan menjadi lebih baik, terutama dalam memberikan jaminan jangka panjang bagi kepentingan stakeholders.

Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), me ngatakan tujuan itu akan efektif selama tugas pokok dari IPC, baik sebagai operator terminal maupun trade corridors, dilaksanakan secara konsisten dan berdaya saing pada kualitas layanan ataupun biaya. 

“Dari kajian kami terhadap beberapa pelabuhan di kawasan Asean, (biaya) kita masih tinggi. Dalam era revolusi industri 4.0 menjadi yang perhatian dunia usaha akibat terjadinya disrupsi beberapa kegiatan usaha, maka pelaku usaha terutama swasta sudah harus melakukan penyesuaian dan pengalihan kegiatan usaha untuk menyikapi dampak dari revolusi industri ini,” katanya, Rabu (20/3).

Dengan demikian, lanjut Yukki, perlu dikaji dan ditekankan kembali kepada IPC agar dapat fokus pada tupoksi kegiatan utamanya (core business) dan kesiapan mengantisipasi disrupsi yang akan terjadi.

“Membangun ekosistem adalah kata kunci dan alangkah baiknya IPC berani melakukan koreksi ke dalam untuk menjadikan Jakarta sebagai pelabuhan peti kemas terbesar di Indonesia yang membanggakan kita semua,” ujarnya.

Menurut dia, Pelabuhan Tanjung Priok harus berani bersaing dengan pelabuhan lain, misalnya Pelabuhan Patimban, agar tercipta persaingan sehingga biaya logistik semakin efisien. 

“Hal ini diperlukan apabila IPC ingin menjadi operator terminal di negara lain sejalan dengan strategi ekspansi globalnya,” kata Yukki. (hlz/hlz)


Komentar