Sabtu, 24 Agustus 2019 | 09:17 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Teknologi
Minggu, 24 Maret 2019 10:11

IoT Asia dan Last Mile Fulfilment Asia 2019 Dalami Teknologi Desruptif di Sektor Logistik

Translog Today

JAKARTA -

SingEx Exhibitions bekerja sama dengan Singapore Industrial Automation Association (SIAA) kembali menggelar Internet of Things (IoT) Asia ke-6 di Hall 1 Singapore EXPO pada 27-28 Maret 2019. 

Pameran dan konferensi IoT terbesar Asia ini akan diselenggarakan bersamaan dengan Last Mile Fulfilment Asia 2019, yang bakal membahas berbagai isu mengenai teknologi disruptif dan aplikasinya di sektor fulfilment ritel dan logistik.

IoT Asia 2019 bertujuan mendorong wawasan mendalam mengenai perkembangan di bidang digital dan memfasilitas penerapan teknologi IoT dalam komunitas bisnis. Ajang ini menyoroti perkembangan mutakhir tentang membangun rantai nilai untuk Smart Cities dan Industrial IoT.

Dr. Vivian Balakrishnan, Menteri Luar Negeri sekaligus Menteri Inisiatif Bangsa Cerdas Singapura dijadwalkan hadir sebagai tamu kehormatan untuk menyampaikan pidato pembukaan IoT pada Rabu (27/3) pagi.

Lebih dari 6.000 peserta mancanegara ditargetkan menghadiri IoT Asia 2019 yang diikuti lebih dari 100 perusahaan teknologi, start-up dan pemain baru IoT dengan produk dan solusi inovatif untuk membantu pelaku bisnis meningkatkan efisiensi dan laba.

iot asia 

Dalam ajang tersebut, SIAA akan menandatangani MoU dengan Kamar Dagang dan Industri Singapura-Jerman (SGC) dan Asosiasi IoT Indonesia pada Kamis (28/3) untuk membentuk aliansi strategis yang berdampak pada adopsi inovasi. 

Kerja sama ini mencerminkan komitmen negara-negara dalam mendukung pembentukan ekosistem berpusat pada IoT yang memanfaatkan kekuatan jaringan dan keahlian bersama.

“Perkembangan IoT dan teknologi baru akan menciptakan kembali lansekap dengan mendorong inovasi bisnis digital selama satu dekade. Kami menyadari adopsi IoT menghadirkan suatukesempatan tatertandingi bagi kami untuk mengidentifikasi teknologi yang akan berdampak pada bisnis di berbagai industri,” kata James Boey, Direktur Eksekutif, Solusi Industri & Perkotaan SingEx Exhibitions.

Dalam konteks ini, lanjut Boey, IoT Asia 2019 memainkan peran kunci sebagai enabler atau pengaktif adopsi teknologi; pemadu pemimpin bisnis berkualitas; dan kultivator pengembangan keterampilan dan pendidikan.

IoT Asia 2019 telah berkembang menjadi ekosistem aktif yang menghubungkan bisnis lain dan komunitas teknologi baru untuk kolaborasi dan implementasi lintas disiplin di berbagai industri. 

Tim Interchange yang diluncurkan di IoT Asia 2018 menggandeng De/Centralize, sebuah komunitas Blockchain, untuk mengatur pembicaraan dengan para teknologis berpengalaman yang memeriksa persilangan antara IoT dan DLT (Distributed Ledger Technology).

Melalui format pertukaran dan streaming digital yang menarik, Interchange akan memberi perusahaan peluang untuk mengidentifikasi kemungkinan yang ditawarkan oleh DLT dan pembatas yang ditentukan blockchain dalam penyebaran perusahaan mereka. 

Untuk memfasilitasi keterlibatan ini dan untuk memahami mengapa blockchain merupakan pengubah permainan, Interchange akan mengatasi tantangan dan mengungkap peluang potensial untuk kolaborasi lintas disiplin.

Topik konferensi

Konferensi tahun ini dimulai dengan fokus membangun rantai nilai dengan segmen-segmen kunci tentang Artificial Intelligent (AI) atau Kecerdasan Buatan dan Blockchain. 

IoT 2019 akan mempelajari sektor industri tertentu, seperti e-commerce dan konstruksi dengan fokus pada bidang aplikasi utama, yakni infrastruktur superior dengan keamanan yang ditingkatkan melalui Blockchain, analisis data lanjutan menggunakan AI, analisis data, dan Enabler. 

Beberapa tokoh terkemuka akan menyampaikan paparannya, seperti Saadia Muzaffar, Pendiri TechGirls dan mantan anggota Digital Advisory Panel Waterfront Toronto, Kanada; dan Martin Yates, Kepala Staf Teknologi Asia Selatan & Emerging Markets Dell EMC.

Selain itu, topik keamanan IoT akan disampaikan oleh Prof. Yu Chien Siang, Chief Innovation & Trust Officer Amaris AI; serta Oliver Meili, Head of IoT Development & Operations Bosch Software Innovations. 

Tampil juga Anthony Burke, Profesor Arsitektur & Wakil Dekan International & Engagement Fakultas Desain Arsitektur & Bangunan Universitas Teknologi Sydney, Australia; Joelle Chen, Direktur Global Partnerships & Marketing Intelligent Air Solutions Grup MANN+HUMMEL; serta Salim Aslam, IoT Solution Architect, Social Innovation Business Hitachi Consulting Singapura, yang akan berbagi pandangan tentantg kota cerdas. (hlz/hlz)


Komentar