Jumat, 19 April 2019 | 11:57 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 25 Maret 2019 12:02

Terminal Teluk Lamong Tuan Rumah Indonesia Water Challenge 2019

Ayu Puji

SURABAYA -

Sekelompok organisasi pengelola air dan pelabuhan asal Belanda berinisiatif untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia melalui kegiatan Indonesia Water Challenge.

Program ini melibatkan mahasiswa dengan tantangan-tantangan inovasi berupa pembangunan pantai dan pelabuhan berkelanjutan di Indonesia. Mereka diberi kesempatan untuk menyumbangkan ide dan mengembangkannya bersama dengan para ahli profesional dari Belanda dan Indonesia

Indonesia Water Challenge 2019 merupakan kali ketiga dilaksanakan di Indonesia. Proses seleksi dilakukan oleh ahli dari Belanda dan Indonesia kepada mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dan swasta, seperti UGM, ITB, ITS, Undip, Unpad, Universitas Pancasila dan lainnya, untuk mencari 25 orang yang akan mengikuti kompetisi di Surabaya. 

Eco-Smart Port sebagai tema kompetisi tahunan ini sesuai dengan konsep salah satu terminal ramah lingkungan dan otomatis pertama di Indonesia, yaitu Terminal Teluk Lamong. 

Sebagai tuan rumah, Terminal Teluk Lamong membuka peluang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman pada generasi berikutnya. Kompetisi ini diselenggarakan di tengah fase pembangunan infrastruktur pelabuhan yang sangat dinamis di Terminal Teluk Lamong. 

water challenge 

Pada opening ceremony, Direktur Utama Terminal Teluk Lamong Dothy menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan dukungan berupa inovasi dan kreasi mahasiswa sebagai generasi muda untuk sebagai modal pengembangan fasilitas kepelabuhanan dan logistik di Indonesia sehingga dapat bersaing dengan negara maju lainnya. 

Mahasiswa peserta kompetisi tersebut juga mengikuti kegiatan kuliah tamu, kunjungan lapangan dan pendampingan kompetisi oleh para ahli dari Indonesia dan Belanda. 

Para ahli untuk pendampingan dan penjurian, yakni Direktur Utama PT Port of Rotterdam Indonesia Willem Dedden, Kepala Bidang Pendidikan Kemaritiman Kemenko Maritim Rofi Alhanif, Advisor Adaptation to Climate Change Ecology of Deltares Maaike Maarse, Commercial Manager of Van Oord Herbert Sibarani, dan BM Manager PT Waskita Karya (Persero) Tbk Kharis Alfi.

Inovasi dan kreasi peserta disesuaikan dengan pengembangan infrastruktur, fasilitas, sumber daya manusia, dan pemberdayaan lingkungan sekitar Terminal Teluk Lamong.

Selain bekal pengetahuan, peseta mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi area pelabuhan dan kampung nelayan Romokalisari sebagai salah satu wilayah binaan Terminal Teluk Lamong di bidang pemberdayaan pada masyarakat 

Pemenang Water Challenge 2019 memberikan inovasi berjudul Lamong Bay for Better Indonesia dengan melakukan integrasi industri, kereta api bertenaga angin, pengelolaan air, konservasi ekosistem dan pariwisata di sekitar area kampung nelayan. Pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai dan apresiasi dari mitra dari Indonesia dan Belanda. (hlz/hlz)


Komentar