Selasa, 22 Oktober 2019 | 20:28 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Inovasi
Kamis, 28 Maret 2019 11:50

Praktisi Indonesia Ramaikan IoT Asia dan LMF Asia 2019 di Singapura

Ayu Puji

SINGAPURA - Beragam produk dan solusi inovatif berbasis Internet of Things (IoT) di bidang logistik dan ritel dipamerkan dalam ajang IoT Asia dan Last Mile Fullfilment Asia 2019 yang digelar di Singapore EXPO pada 27-28 Maret.

Pameran dan konferensi IoT terbesar di Asia ini diikuti lebih dari 100 perusahaan teknologi, start-up dan pemain baru IoT dari sejumlah negara.

Sekitar 6.000 pengunjung internasional menghadiri ajang tahunan itu. IoT Asia dan LMF Asia 2019 diselenggarakan oleh SingEx Exhibitions bekerja sama dengan Singapore Industrial Automation Association (SIAA) dan event tahun ini merupakan kali keenam.

Sejumlah perusahaan asal Indonesia ikut dalam pameran kali ini, di antaranya PT National Data Integrator (Synchro) dan importir.org/importir.com, sebuah aplikasi komunitas importir.

Synchro adalah sebuah platform Universal Data Synchronization yang ideal untuk IoT, serta bisa mentransfer data apapun ke target apapun. 

Platform berbasis teknologi cloud ini dirancang bekerja pada jaringan yang tidak stabil, diperkuat dengan enkripsi dan fitur auto-resume untuk operasi M2M (market to market).

Beberapa praktisi logistik dari Indonesia juga tampil dalam kegiatan LMF Asia 2019, antara lain Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita dan Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya.

Dalam ajang tersebut, Asosiasi IoT Indonesia menandatangani MoU dengan SIAA untuk membentuk aliansi strategis guna mendorong ekosistem berbasis IoT di Indonesia. SIAA juga menekan MoU dengan Kadin Singapura-Jerman (SGC). (hlz/hlz)


Komentar