Selasa, 25 Juni 2019 | 01:17 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 22 April 2019 12:55

Terminal Peti Kemas Pelabuhan Pontianak Butuh Tambahan Kapasitas

Aidikar M. Saidi

PONTIANAK - Pelabuhan Dwikora Pontianak membutuhkan lahan seluas 5 hektare lagi untuk menambah kapasitas tampung terminal peti kemas.

"Lahan yang ada seluas 5 hektare sudah tidak mampu lagi menampung dan menambah arus peti kemas dan arus kapal untuk masuk ke Pontianak," ujar Adi Sugiri, General Manager PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Pontianak, pekan lalu.

Dia mengungkapkan, ada wacana dari Pemkot Pontianak dan Pangdam untuk memberikan lahan seluas 5 hektare dil okasi samping terminal peti kemas. Sehingga nanti seluruhnya bisa 10 hektare dan dapat meningkatkan kapasitas dua kali lebih besar.

Menurut dia, saat ini Pelabuhan Pontianak hanya menguasai 5 hektare lahan dan itu sudah penuh, sehingga membutuhkan tambahan lahan.

Penambahan lahan tersebut, kata Adi,  sangat mendesak mengingat kapasitas tampung Terminal Petikemas sudah hampir penuh.

Hal senada diungkapkan Manager Area Terminal Petikemas Pelabuhan Pontianak, Hendri Purnomo  bahwa saat ini kontrak windows dengan delapan perusahaan pelayaran di Terminal Petikemas Pelabuhan Pontianak sudah penuh atau full capacity untuk 2019.

"Windows sudah penuh, sehingga tidak bisa lagi menambah kapal peti kemas reguler masuk ke Pontianak," ujarnya.

Delapan perusahaan pelayaran itu adalah PT Tanto Intim Line, PT Tempuran Emas Tbk., PT Prima Nur Panurjwan, PT SPIL, PT Spedak Utama Sipindo, PT Lintas Kumala Abadi, PT Meratus Lines dan PT Samudra Intan.

Adapun 5 besar perusahaan pelayaran sebagai kontribusi terbesar pada 2018 adalah PT Tanto Intim Lines (81.019 TEUs), menyusul PT Tempuran Emas Tbk. (71 558 TEUs), PT Salam Pasific Indonesia Lines (57.748 TEUs), PT Pelayaran Panurjwan (25.483 TEUs) dan PT Sepedak Utama Sipindo (17.770 TEUs).

Dia mengatakan sejak Januari 2019 kinerja operasional sudah mencapai 47 BSH (Box/Ship/Hour) atau hampir dua kali lipat lebih tinggi dari standar Ditjen Perhubungan Laut yang ditetapkan 24 BSH.

Produktivitas Naik

General Manager PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Pontianak Adi Sugiri mengatakan, sejak dipisahkan antara kegiatan bongkar muat di terminal petikemas dengan kegiatan stuffing dan stripping di Terminal konvensional, maka produktivitas meningkat.

"Sejak ada pemisahan tersebut produktivitas bongkar meningkat, sehingga Yard Occupancy Ratio (YOR) turun di bawah 50%," tuturnya.

Berdasarkan data total throughput selama 2018 sudah mencapai 277.887 TEUs, meningkat dibandingkan dengan 2017 yang hanya 244.485 TEUs.

Sementara kapasitas handling petikemas di Pelabuhan Pontianak hanya mampu melayani 313.754 TEUs/ Tahun.

Meskipun selama 2018 ekspor turun menjadi 18.903 TEUs dari sebelumnya 2017 pernah mencapai 24.792 TEUs.

Transhipment ke Jakarta juga turun dari 15.845 TEUs pada 2017, menjadi 10.804 TEUs 2018. Namun transhipment ke Singapura stabil yakni 8.917 TEUs 2017, pada 2018 sebesar 8.099 TEUs. (hlz/hlz)


Komentar