Kamis, 14 November 2019 | 05:59 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Jumat, 26 April 2019 13:41

Belanda Berminat Investasi di Makassar New Port Tahap III

Translog Today
Delegasi Belanda berkunjung ke kantor pusat Pelindo IV (Pelindo IV)

MAKASSAR - Pemerintah Belanda menjajaki peluang kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) untuk membangun Makassar New Port (MNP) Tahap III senilai Rp60 triliun yang akan dimulai pembangunannya pada 2021.

Direktur Utama Pelindo IV Farid Padang mengungkapkan hal itu seusai menerima kunjungan Deputy Head of Economic Department-Netherlands Embassy in Indonesia Joost Nuijten bersama tim ke Kantor Pusat Pelindo IV di Makassar.

Pemerintah Belanda sebelumnya sudah pernah menjajaki peluang kerja sama dengan Pelindo IV, yaitu membangun pelabuhan di Maluku. "Bahkan saat itu sudah membuat feasibility study-nya, tetapi belum ada kelanjutannya hingga sekarang," kata Farid kepada media di Makassar, Rabu (24/4).

Pada kunjungannya kali ini, menurut dia, Belanda sangat tertarik untuk melakukan investasi dalam pembangunan MNP Tahap III atau tahap industri. "Termasuk pengembangan baru Pelindo IV di wilayah Marangkayu, Kalimantan Timur," ungkapnya.

Rencana Belanda

Di MNP Tahap III, lanjut Farid, Belanda berencana membangun pabrik semen atau otomotif. "Mereka bilang sangat interest untuk manufacturing di MNP Tahap III karena hilirisasi memang perlu dilakukan. Mereka ternyata juga menyadari bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sangat diperlukan," ujarnya.

Saat ini, Pelindo IV sudah memiliki KEK di Bitung, Palu, dan Sorong yang juga diminati oleh Pemerintah Belanda.

"Kalau KEK di Sorong, mereka interest untuk melakukan pengembangan dari sisi wisatanya. Sedangkan untuk KEK yang di Makassar nanti, mereka tertarik untuk manufacturing, otomotif dan lainnya. Semua itu peluang kerja samanya masih terbuka lebar," ungkap Farid.

Dia mengatakan Pelindo IV baru akan membuka lebar peluang kerja sama untuk MNP Tahap III nanti. Sebab untuk membiayai MNP Tahap I dan III, perseroan masih menggunakan anggaran dari hasil penjualan obligasi.

"Jadi, MNP Tahap I dan II murni dibangun oleh anak bangsa. Nanti MNP Tahap III atau pembangunan industrinya, baru akan bekerja sama dengan pihak lain. Tak hanya dengan Belanda, negara seperti China, Jepang dan lainnya juga sudah menjajaki kerja sama dengan Pelindo IV, khususnya untuk MNP Tahap III," jelasnya.

Namun, lanjut Farid, pihaknya masih menginginkan sharing investasi yang lebih besar dalam investasi MNP Tahap III yang diperkirakan menelan dana Rp60 triliun.

Adapun bentuk kerja sama yang akan ditawarkan, misalnya konsesi selama 20 atau 30 tahun ataupun pertukaran tenaga kerja atau peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Pada prinspinya, pengawasan masih oleh Pelindo IV," ujarnya.

Deputy Head of Economic Department - Netherlands Embassy in Indonesia, Joost Nuijten menuturkan, kedatangan pihaknya ke Makassar untuk menjajaki kembali beberapa peluang kerja sama di Sulawesi Selatan.

"Wilayah Sulawesi Selatan kaya akan potensi alam, sementara kami memiliki cukup banyak tenaga ahli yang bisa membantu menggali lebih dalam lagi potensi tersebut," katanya.

Dalam kunjungannya, Joost Nuijten membawa serta beberapa tenaga ahli di bidang maritim, pengelolaan air, pengelolaan limbah, pertanian dan konsultasi. (hlz/hlz)


Komentar