Senin, 22 Juli 2019 | 17:26 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / CSR
Selasa, 30 April 2019 20:59

IPC Koordinaasikan Bantuan BUMN Peduli untuk Korban Banjir Bengkulu

Translog Today
(IPC)

JAKARTA - Kementerian BUMN menunjuk PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC sebagai koordinator BUMN Peduli dalam penyaluran bantuan tanggap darurat musibah banjir dan tanah longsor di Bengkulu.

Bantuan berupa sembako, obat-obatan dan tenaga medis, perlengkapan rumah tangga, alat kebersihan, nasi bungkus dan keperluan lain yang diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu.

Di bawah kordinasi IPC, bantuan BUMN sejauh ini terhimpun dana sekitar Rp870 juta. Jumlah bantuan akan terus bertambah seiring dengan partisipasi BUMN lain dalam penyaluran bantuan tersebut.

Bantuan tersebut berasal dari sinergi BUMN antara lain IPC, Kimia Farma, BRI, BNI, PTPN VII, Mandiri, Telkom, Perum Bulog, Jasa Raharja dan Taspen. Selanjutnya bantuan didistribusikan kepada warga 10 kecamatan yang terdampak banjir dan tanah longsor di Bengkulu.

"Kami akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemda, TNI/Polri serta BUMN terkait untuk bersama-sama menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor. Semoga ini membantu warga memenuhi kebutuhan dasarnya di masa tanggap darurat," kata Direktur SDM IPC Rizal Ariansyah saat menyerahkan bantuan IPC Peduli di Posko BUMN Peduli, Selasa (30/4).

Rizal mendampingi Menteri BUMN Rini S. Soemarno, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, Deputi Infrastruktur Bisnis Hambra, Staf Khusus Kementerian BUMN Wianda Pusponegoro, meninjau langsung titik-titik bencana.

Selain itu, membawa bantuan kemanusiaan untuk warga yang terdampak banjir dan tanah longsor, seperti jembatan putus di Tanjung Agung Palik, kampung pesisir, dan kampung nelayan.

Bantuan kemanusiaan IPC Peduli akan didistribusikan kepada warga dengan melibatkan BPBD Bengkulu serta Yayasan BUMN Hadir Untuk Negeri.

Banjir besar melanda Bengkulu sejak Sabtu (27/4) sore. Air meluap di 9 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Bengkulu, setelah hujan lebat di wilayah itu sejak Jumat hingga Sabtu pekan lalu.

BPBD Bengkulu melaporkan ratusan rumah warga di propinsi tersebut rusak, 19 orang tewas dan belasan lainnya hilang. Jumlah korban kemungkinan terus bertambah. Saat ini Pemprov Bengkulu telah menyatakan status tanggap darurat. (hlz/hlz)


Komentar