Selasa, 17 September 2019 | 03:54 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Aksi Korporasi
Jumat, 03 Mei 2019 17:29

PTP Multipurpose Belum Pastikan Rencana IPO Tahun Ini

Translog Today
(translogtoday)

JAKARTA - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Multipurpose) hingga kini belum memutuskan jadwal penerbitan saham perdana atau initial public offering (IPO), meskipun induk perusahaannya PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC sempat mengungkap rencana itu akan direalisasikan pada tahun ini.

Menurut Direktur Utama PTP Multipurpose Imanuddin, pihaknya masih mengkaji dan menyiapkan rencana IPO tetapi belum ada keputusan soal jadwal aksi korporasi tersebut.

"Cita-citanya memang IPO, tetapi kami harus menyiapkan prasyaratnya serta melihat momentum dan kondisi pasar. Apalagi pasar modal sangat sensitif sehingga perlu persiapan yang baik," katanya dalam Media Gathering PTP Multipurpose, Jumat (3/5).

Imanuddin juga enggan menyebut jumlah saham yang akan dilepas saat IPO dan untuk apa saja dananya akan dimanfaatkan. "Dana dari IPO biasanya untuk modal kerja, bayar utang, atau investasi," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya mengungkapkan rencana IPO PTP Multipurpose usai Pemilu atau semester pertama 2019 dengan melepas 30% saham.

Pihaknya bahkan sudah menunjuk joined under writer yang merupakan gabungan antara perusahaan BUMN, swasta, dan asing.

Target 2019

Dalam Media Gathering tersebut, Imanuddin mengungkapkan kinerja PTP Multipurpose pada 2018 dan target tahun ini, serta rencana perusahaan ke depan.

Menurut dia, PTP Multipurpose menargetkan throughput sekitar 56 juta ton pada tahun ini, naik hingga 150% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu 22 juta ton.

Sementara itu, pendapatan (revenue) diproyeksikan mencapai Rp2,3 triliun atau naik tipis dibandingkan dengan realisasi pendapatan tahun lalu sekitar Rp2,2 triliun. Adapun laba bersih ditargetkan Rp450 miliar atau naik 21,6% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu Rp370 miliar.

Imanuddin mengatakan, target itu sudah dituangkan di dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang segera ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Mei ini.

"Kami yakin target itu bisa dicapai karena akan didukung dengan perbaikan sistem operasional agar layanan lebih berkualitas, cepat, dan fokus dalam efisiensi biaya. Kami mengalokasikan belanja modal Rp103 miliar pada tahun ini, termasuk untuk pengembangan operasional dan fasilitas di pelabuhan," ungkapnya.

Selain itu, PTP akan menambah lima cabang baru pada tahun ini, yakni di Palembang, Pangkal Balam, Tanjung Pandan, Cirebon, dan Teluk Bayur. Saat ini, perusahaan mengoperasikan lima cabang, yakni Tanjung Priok, Panjang, Bengkulu, Jambi, dan Banten.

Upaya lain yang dilakukan oleh PTP yakni meningkatkan kerja sama dengan terminal khusus (tersus) untuk melayani bongkar muat komoditas mereka agar lebih efisien.

PTP Multipurpose merupakan salah satu operator terminal multipurpose terkemuka di Indonesia yang melayani kegiatan bongkar muat curah cair, curah kering, serta general cargo. Perusahaan ini 99% sahamnya dimiliki oleh IPC dan 1% oleh PT Pelabuhaan Investama Indonesia.

Awalnya PTP Multipurpose melayani kegiatan bongkar muat semua komoditas domestik dan internasional. Namun, sejak semester II/2018, perusahaan ini fokus menjadi operator terminal multipurpose. (hlz/hlz)


Komentar