Selasa, 17 September 2019 | 03:52 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Freight/Cargo
Sabtu, 04 Mei 2019 20:34

SPIL Gandeng Kumala Logistics Garap Muatan Kapal Rute Kuala Tanjung

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - Perusahaan pelayaran PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) menggandeng perusahaan forwarding PT Kumala Logistics untuk menggarap pasar muatan rute baru angkutan peti kemas ke Kuala Tanjung.

Manager Marketing PT Kumala Logistics Suryo Purwanto mengatakan perusahaanya ditunjuk melalui kerja sama mengisi muatan kapal milik SPIL untuk rute angkutan peti kemas dari dan ke Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara.

Dia mengatakan kapal dengan kunjungan weekly service atau pelayanan sekali seminggu masuk ke Kuala Tanjung, dan kini sudah siap masuk lagi kapal kedua NV SPIL Ningsing mengangkut muatan 74 boks.

Kapal perdana sandar di Kuala Tanjung pada 28 April 2019, yakni MV Oriental Diamond membawa barang konsumer 18 boks. Kapal peti kemas dengan panjang 195,6 meter dan bobot 30.554 ton ini melayani rute Tanjung Priok - Kuala Tanjung - Belawan - Tanjung Priok.

"Kumala Logistics akan terus meningkatkan volume muatan. Tahap pertama, muatan lebih banyak dari Jakarta milik PT Sayap Mas Utama yakni produk Wings Groups," ujarnya kepada Translogtoday, Sabtu (4/5).

Selanjutnya angkutan sembako untuk didistribusikan ke wilayah Pematang Siantar, Kisaran, Tanjung Balai Asahan, Rantau Perdapat dan Kabanjahe.

Robert Sinaga, Direktur Utama PT Prima Multi Terminal--pengelola Kuala Tanjung Multipurpose Terminal, mengungkapkan SPIL menjadi pelayaran domestik pertama yang membuka rute reguler ke pelabuhan baru tersebut.

PT Prima Multi Terminal merupakan perusahaan patungan antara PT Pelabuhan Indonesia I, PT Pembangunan Perumahan, dan PT Waskita Karya.

KTMT dilengkapi dermaga 500×60 meter dan trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inci.

KTMT juga memiliki berbagai sarana dan prasarana bongkar muat modern dan canggih, antara lain 3 unit Ship to Shore (STS) crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) crane, 21 unit truck terminal, dua unit harbour mobile crane (HMC) serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

KTMT juga dilengkapi dengan fasilitas kepelabuhanan yang lengkap dan modern dengan didukung sistem IT yang terintegrasi.

Guna meningkatkan layanan kepada pengguna jasa dan meningkatkan kecepatan proses bongkar muat, KTMT akan dilayani container crane bertenaga listrik dengan kapasitas 45 ton dan mampu meng-handle kcontainer kapasitas 20 feet, 40 feet hingga 45 feet.

Sebelumnya, KTMT telah disandari kapal pesiar MV Superstar Libra yang memiliki panjang 216 meter dan draft 7,15 meter membawa wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Sumatera Utara sebanyak enam kali pada tahun 2018.

Selain itu, Kapal Tanker MT Mars berbobot 46.000 DWT panjang 183 meter dan draft 13 meter telah melakukan uji coba sandar/lepas dan olah gerak, serta MV Wan Hai ukuran panjang (LoA) 268 meter dan bobot 50.000 GT melakukan kegiatan ekspor produk turunan CPO melalui layanan direct call intra Asia.

Muatan Ekspor-Impor

Sejumlah perusahaan berlokasi di KEK Sei Mangkei, di antaranya Unilever, Wilmar, dan P&G telah berkomitmen untuk melakukan ekspor dengan tujuan China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung.

Pengiriman komoditas melalui Pelabuhan Kuala Tanjung menawarkan integrasi antara moda angkutan laut dan angkutan berbasis rel sehingga akan meningkatkan efisiensi serta menekan emisi karbon.

"Kami berharap keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung akan mempermudah distribusi logistik nasional dan Internasional," kata Robert.

Dia mengatakan Kuala Tanjung memiliki keunggulan, seperti lokasi strategis karena berada di perairan Selat Malaka, dilengkapi sarana serta prasarana modern dan canggih yang mampu mempercepat bongkar muat dan menekan biaya logistik (hlz/hlz)


Komentar