Selasa, 24 September 2019 | 00:21 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Rabu, 08 Mei 2019 17:18

IPC Perpanjang Kerja Sama Sister Port dengan Pelabuhan Guangzhou

Translog Today
(IPC)

GUANGDONG - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC kembali memperpanjang kerja sama Sister Port dengan Otoritas Pelabuhan Guangzhou di Provinsi Guangdong, China, menyusul perpanjangan program serupa dengan Pelabuhan Ningbo dua pekan lalu..

"Lewat kerja sama ini kami berbagi pengalaman dan keahlian di bidang manajemen dan operasi kepelabuhanan. IPC juga menjajaki kerja sama investasi guna merespons meningkatnya trafik perdagangan global," kata Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya seusai menandatangai MoU perpanjangan perjanjian kerja sama Program Sister Port antara IPC dan Guangzhou Port Authority di Guangzhou, Rabu (8/5).

Penandatangan MoU dilakukan di sela-sela Konferensi Pelabuhan Dunia 2019, Guangzhou (International Association of Ports & Harbors - Guangzhou 2019 World Ports Conference). Di acara itu, IPC juga menjajaki kerja sama dengan Pelabuhan Sabah, Malaysia.

Elvyn mengatakan, kerja sama regional dan global sudah menjadi tuntutan di tengah meningkatnya trafik pelayaran antarbenua.

Berdasarkan laporan Badan Perdagangan, Investasi dan Pembangunan PBB (Review of Maritime Transport UNCTAD, 2018) volume perdagangan global terus naik dengan pertumbuhan rata-rata 3,8% per tahun hingga tahun 2023.

Pada 2017, volume perdagangan global tumbuh 4% menjadi 10,7 miliar ton. Arus peti kemas global juga naik 6% menjadi 752 juta TEUs. Dari kenaikan itu, pertumbuhan tertinggi terjadi di Asia, yang mencapai 64%.

"Ini adalah potensi yang sangat bagus. IPC dan Pelabuhan Guangzhou sepakat berinvestasi dan bekerja sama memanfaatkan potensi tersebut," ujar Elvyn.

Di Konferensi IAPH 2019 itu, Elvyn memaparkan peluang baru pelabuhan, terkait dengan Belt & Road Initiative yang digagas China, sebagai upaya memperkuat kerja sama perdagangan antar negara di Asia dan Eropa melalui jalur sutra maritim.

"Kami telah mempersiapkan Tanjung Priok agar bisa menjadi pelabuhan hub terbesar di Asia Tenggara. Sebagai gerbang utama kargo internasional, Tanjung Priok akan mengkonsolidasi arus barang ekspor impor dari dan ke Indonesia," jelasnya.

IPC juga menginisiasi Integrated Port Network atau jaringan kepelabuhanan terintegrasi yang kami sebut Trilogi Maritim. "Kami yakin ini menjadi solusi penurunan biaya logistik melalui 3 pilar, yakni standarisasi pelabuhan, aliansi pelayaran dan pengembangan industri yang terkoneksi dengan pelabuhan," kata Elvyn. (hlz/hlz)


Komentar